Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Mahasiswa Geruduk Kantor Polisi, Desak Kapolda Sumut Berikan Sangsi Tegas Kepada Kapolres Humbahas Dinilai Lamban Berantas Judi Togel Mahasiswa Geruduk Kantor Polda Sumatera Utara, Desak Usut Tuntas Pencurian Arus Listrik Pemasok Tambang Bitcoin Hujan Tidak Jadi Penghalang, Polri Tetap Hadir Mengawal Aspirasi Masyarakat Polisi Bagikan Roti dan Air Mineral untuk Massa Aksi Mahasiswa BEM UBK di Silang Selatan Hadir di Tengah Ketenangan Ibadah, Patroli Satgas Damai Cartenz Jaga Keamanan dan Pererat Kedekatan dengan Jemaat di Sinak Ratusan Juta Dana BUMDES di Desa Purwodadi Kecamatan Sunggal Disoal Warga, Masyarakat Minta APH Lakukan Audit!

Pemerintah

Ratusan Juta Dana BUMDES di Desa Purwodadi Kecamatan Sunggal Disoal Warga, Masyarakat Minta APH Lakukan Audit!

badge-check


					Ratusan Juta Dana BUMDES di Desa Purwodadi Kecamatan Sunggal Disoal Warga, Masyarakat Minta APH Lakukan Audit! Perbesar

Bedahkasus.com, Sunggal – Berjumlah ratusan juta rupiah anggaran dana desa digelontorkan untuk modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang disinyalir jadi bahan bancakan oknum tertentu.

Persoalan ini mencuat, pasca seorang warga Desa Purwodadi yang meminta namanya agar dirahasiakan menuturkan bahwa pembelian 1 ekor kambing jenis kambing susu perah dengan harga 15 juta rupiah dari modal BUMDes memantik kecurigaan masyarakat luas.

Dikatakan warga, bahwa Dana Desa yang diperuntukkan untuk modal BUMDes berjumlah 370 juta rupiah untuk pembelian kambing jenis etawa penuh misteri.

Dimulai dari harga per satu ekor kambing yang dibanderol dikisaran 15 juta rupiah hingga jumlah kambing yang ditemukan warga berjumlah 80 ekor namun sesungguhnya yang dianggarkan dari dana BUMDes hanya 20 ekor kambing, lantas 60 ekor kambing ini milik siapa?

Informasi lain, bahwa 60 ekor kambing tersebut milik oknum pengurus BUMDes dengan dalih sayang sisa makanan kambing terbuang tak dimanfaatkan. Sementara untuk tukang jaga kambing tersebut diupahi 3 juta rupiah pertiap bulannya.

” 370 juta dana desa diperuntukkan untuk ternak kambing, 1 ekornya dibeli 15 juta rupiah dan kandangnya dibangun ukuran 1 meter kali 2 meter. Upah yang mengurus kambing tersebut 3 juta per bulan, namun ada kambing bukan milik BUMDes juga disitu ” ujar warga kepada wartawan, Senin (15/06/2026).

” Kami warga Purwodadi menduga ada yang tidak beres dengan dana BUMDes ini. Logika saja, mahal kali 1 kambing 15 juta rupiah” tanya warga heran.

Tambahnya, untuk sewa lahan untuk tempat penyediaan pakan kambing ada dua tempat. Satu lahan berkisar 8 rantai disewa 8 juta rupiah dan satunya lagi lahan dengan luas 8 rantai dengan sewa lahan 7 juta rupiah.

Persoalan serupa juga pernah terjadi pada era Kepala Desa sebelumnya. Yakni pada tahun 2019 silam di Desa Purwodadi juga menggelontorkan dana desa untuk BUMDes senilai 300 juta rupiah untuk modal koperasi.

Ironisnya, uang 300 juta untuk BUMDes yang diadakan untuk modal koperasi (Perkreditan) itu pun raib tak diketahui warga ujung rimbanya hingga saat ini.

Masyarakat juga meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) mendalami kecurigaan masyarakat tersebut, mengingat persolan serupa juga pernah terjadi mengenai tidak adanya kejelasan dana BUMDes tahun 2019 silam

Untuk diketahui, dirangkum dari berbagai sumber bahwa harga kambing jenis lokal (kambing Jawa) berkisar antara Rp2.500.000 hingga Rp4.000.000 per ekor. Harga ini untuk kambing dengan bobot sekitar 25–30 kg.

Untuk jenis kambing Ettawa atau peranakan Ettawa, harga 1 ekor kambing biasanya lebih tinggi, mulai dari Rp4.500.000 hingga Rp7.000.000.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua BUMDes Desa Purwodadi Misno dalam sambungan celular di nomor kontak 0812-6369-####
akan tetapi Misno masih enggan untuk memberikan tanggapannya resmi.

Dikonfirmasi ulang Kepala Desa Purwodadi Sugiatno mengenai adanya kecurigaan masyarakat tentang pengelolaan dana BUMDes di Desa yang ia pimpin, akan tetapi Sugiatno juga belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diturunkan oleh Redaksi.

(Red/Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi BEM UI di Bundaran HI Tak Ajukan Surat Pemberitahuan Resmi

14 Juni 2026 - 20:15 WIB

Dijual Dulu, Dikembalikan Kemudian: Apakah Aset Negara Bisa “Disulap” Seolah Tak Pernah Hilang?

11 Juni 2026 - 15:30 WIB

Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia 2026 untuk Kedelapan Kalinya

10 Juni 2026 - 10:29 WIB

Ketua FKDM Pastikan Tangsel Aman, Warga Diimbau Bijak Sikapi Informasi

28 Mei 2026 - 19:13 WIB

Arus Peti Kemas di Sumatera Utara Meningkat, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung Tunjukkan Pemulihan Logistik

28 Mei 2026 - 15:58 WIB

Trending di Pemerintah