Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Polres Dairi Belum Sepenuhnya Membersihkan Aktivitas Perjudian yang Meresahkan Masyarakat, Ini Buktinya.. Antisipasi Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan Alvonso Manihuruk S.H., M.H. Resmi Dilantik Sebagai Kasi Pidum Kejari Belawan Aktivitas Perjudian Beroperasi di Deli Serdang Mendapat Lisensi Khusus dari Kapolresta Deli Serdang Kombes Hendria Lesmana ? Dugaan Pencemaran Lingkungan Pabrik Kelapa Sawit di Desa Sei Semayang Kembali Disoal, Bau Menyengat Mengganggu Aktivitas Belajar Sekolah 418 Warga Kuta Tengah Dipulangkan dari Pengungsian, Polda Sumut Kawal Proses Kepulangan

Pemerintah

Arus Peti Kemas di Sumatera Utara Meningkat, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung Tunjukkan Pemulihan Logistik

badge-check


					Arus Peti Kemas di Sumatera Utara Meningkat, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung Tunjukkan Pemulihan Logistik Perbesar

Bedahkasus.com, Belawan– Aktivitas logistik di Sumatera Utara mulai menunjukkan pemulihan, meski ekonomi global masih menghadapi ketidakpastian dan tekanan rantai pasok internasional akibat perlambatan perdagangan dunia. Arus peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung tercatat meningkat selama empat bulan pertama 2026, didorong oleh distribusi domestik yang stabil dan ekspor dari kawasan industri di Sumatera.

PT Prima Multi Terminal (PMT) mencatat volume peti kemas hingga April 2026 mencapai 227.799 TEUs, naik sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini dianggap sebagai sinyal pemulihan pergerakan barang di wilayah barat Indonesia, meski permintaan global masih melemah dan pola perdagangan internasional terus berubah.

Aktivitas Domestik Dominan di Belawan
Peningkatan terbesar masih terjadi di Terminal 1 Belawan, dengan volume mencapai 203.443 TEUs, tumbuh 7 persen secara tahunan. Distribusi barang konsumsi, bahan baku industri, dan kebutuhan manufaktur tetap terjaga, seiring stabilnya konsumsi masyarakat dan aktivitas industri nasional.

Ekspor Melonjak di Kuala Tanjung
Pertumbuhan paling signifikan terjadi di Terminal 2 Kuala Tanjung pada segmen internasional. Volume peti kemas internasional tercatat 11.630 TEUs, melonjak 182 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini dipengaruhi bertambahnya layanan pelayaran internasional serta meningkatnya ekspor komoditas dan produk hilirisasi dari kawasan industri Sumatera.

Tidak hanya peti kemas, aktivitas bongkar muat nonpeti kemas di Kuala Tanjung juga tumbuh pesat. Hingga April 2026, sebanyak 319.210 ton barang nonpeti kemas telah dilakukan bongkar muat, meningkat 197 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini mencerminkan kembalinya aktivitas distribusi komoditas curah dan kebutuhan industri di kawasan hinterland Sumatera.

Efisiensi dan Keandalan Jadi Kunci
Direktur Operasi dan Teknik PMT, Wahyudi, mengatakan tren ini menunjukkan mulai pulihnya kepercayaan pelaku usaha terhadap perdagangan dan distribusi barang di Sumatera.
“Pergerakan arus peti kemas menunjukkan industri dan perdagangan mulai kembali tumbuh. Meski situasi global masih dinamis, kebutuhan distribusi domestik tetap kuat, dan ekspor mulai meningkat, terutama dari sektor industri pengolahan dan komoditas,” ujar Wahyudi.

Ia menambahkan, pelabuhan kini menghadapi tantangan baru akibat pergeseran jalur logistik global, penyesuaian jaringan pelayaran internasional, hingga ketegangan geopolitik yang memengaruhi biaya distribusi dan waktu pengiriman. Karena itu, efisiensi operasional menjadi faktor penting menjaga daya saing pelabuhan nasional. PMT mencatat rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Belawan mencapai 86,22 persen, sementara di Kuala Tanjung ET/BT internasional mencapai 75,94 persen dan domestik 66,85 persen.

Optimalisasi layanan dilakukan melalui peningkatan peralatan bongkar muat, penataan lapangan penumpukan, serta penguatan koordinasi antarterminal dan pengguna jasa. Selain produktivitas, keselamatan kerja juga menjadi fokus, melalui inspeksi rutin, standardisasi alat operasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk menjaga target nihil kecelakaan kerja.

Pelabuhan sebagai Penentu Daya Saing Industri
“Pelabuhan bukan hanya titik bongkar muat, tetapi bagian penting dari rantai pasok industri. Ketika layanan semakin efisien dan andal, biaya logistik bisa ditekan, dan daya saing ekspor ikut meningkat,” kata Wahyudi.

Dengan posisi strategis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung diproyeksikan terus berkembang sebagai simpul logistik utama di wilayah barat Indonesia, mendukung penguatan industri hilirisasi dan ketahanan rantai pasok nasional.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Antisipasi Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan

10 September 2026 - 17:41 WIB

Relawan Kesehatan ProBIS Sumut Dorong Kolaborasi dengan Kanwil Ditjenpas, Fokus pada Kesehatan dan Kemandirian WBP

28 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Dari Kamar Mayat ke DANA: Narasumber Ungkap Cara Bayar Mobil Jenazah RSUD Samosir

28 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Lapor Bapak/Ibu Pemkab Samosir! Rumah Sudah Dibangun, Rp8 Juta Masih “OTW”?

26 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Direktur RSUD Samosir, Rp2,67 Miliar Sudah Berdiri: yang Diisolasi Pasien atau Gedungnya?

26 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Trending di Pemerintah