Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Status Tahanan Rumah Disorot, Kasus Nuriana Sinurat Kembali Dipertanyakan Presensi Ada, Tugas Dipertanyakan di RSUD Hadrianus Sinaga Eks Gudang Pengoplos LPG yang Pernah Digerebek Tim Gabungan BAIS Diduga Beralih Jadi Gudang Solar Subsidi Ilegal “Paripurna DPRD Samosir Mandek, Kursi Kosong Gagalkan Pembahasan APBD dan Ranperda Sampah” Dari Branding sampai Quality Control: Yang Sering Terlewat soal Seragam Perusahaan Rakerhut Situmorang Tantang Kepastian Hukum Dugaan Penyimpangan Samosir: Proses atau Hentikan!

Pemerintah

Arus Peti Kemas di Sumatera Utara Meningkat, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung Tunjukkan Pemulihan Logistik

badge-check


					Arus Peti Kemas di Sumatera Utara Meningkat, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung Tunjukkan Pemulihan Logistik Perbesar

Bedahkasus.com, Belawan– Aktivitas logistik di Sumatera Utara mulai menunjukkan pemulihan, meski ekonomi global masih menghadapi ketidakpastian dan tekanan rantai pasok internasional akibat perlambatan perdagangan dunia. Arus peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung tercatat meningkat selama empat bulan pertama 2026, didorong oleh distribusi domestik yang stabil dan ekspor dari kawasan industri di Sumatera.

PT Prima Multi Terminal (PMT) mencatat volume peti kemas hingga April 2026 mencapai 227.799 TEUs, naik sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini dianggap sebagai sinyal pemulihan pergerakan barang di wilayah barat Indonesia, meski permintaan global masih melemah dan pola perdagangan internasional terus berubah.

Aktivitas Domestik Dominan di Belawan
Peningkatan terbesar masih terjadi di Terminal 1 Belawan, dengan volume mencapai 203.443 TEUs, tumbuh 7 persen secara tahunan. Distribusi barang konsumsi, bahan baku industri, dan kebutuhan manufaktur tetap terjaga, seiring stabilnya konsumsi masyarakat dan aktivitas industri nasional.

Ekspor Melonjak di Kuala Tanjung
Pertumbuhan paling signifikan terjadi di Terminal 2 Kuala Tanjung pada segmen internasional. Volume peti kemas internasional tercatat 11.630 TEUs, melonjak 182 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini dipengaruhi bertambahnya layanan pelayaran internasional serta meningkatnya ekspor komoditas dan produk hilirisasi dari kawasan industri Sumatera.

Tidak hanya peti kemas, aktivitas bongkar muat nonpeti kemas di Kuala Tanjung juga tumbuh pesat. Hingga April 2026, sebanyak 319.210 ton barang nonpeti kemas telah dilakukan bongkar muat, meningkat 197 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini mencerminkan kembalinya aktivitas distribusi komoditas curah dan kebutuhan industri di kawasan hinterland Sumatera.

Efisiensi dan Keandalan Jadi Kunci
Direktur Operasi dan Teknik PMT, Wahyudi, mengatakan tren ini menunjukkan mulai pulihnya kepercayaan pelaku usaha terhadap perdagangan dan distribusi barang di Sumatera.
“Pergerakan arus peti kemas menunjukkan industri dan perdagangan mulai kembali tumbuh. Meski situasi global masih dinamis, kebutuhan distribusi domestik tetap kuat, dan ekspor mulai meningkat, terutama dari sektor industri pengolahan dan komoditas,” ujar Wahyudi.

Ia menambahkan, pelabuhan kini menghadapi tantangan baru akibat pergeseran jalur logistik global, penyesuaian jaringan pelayaran internasional, hingga ketegangan geopolitik yang memengaruhi biaya distribusi dan waktu pengiriman. Karena itu, efisiensi operasional menjadi faktor penting menjaga daya saing pelabuhan nasional. PMT mencatat rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Belawan mencapai 86,22 persen, sementara di Kuala Tanjung ET/BT internasional mencapai 75,94 persen dan domestik 66,85 persen.

Optimalisasi layanan dilakukan melalui peningkatan peralatan bongkar muat, penataan lapangan penumpukan, serta penguatan koordinasi antarterminal dan pengguna jasa. Selain produktivitas, keselamatan kerja juga menjadi fokus, melalui inspeksi rutin, standardisasi alat operasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk menjaga target nihil kecelakaan kerja.

Pelabuhan sebagai Penentu Daya Saing Industri
“Pelabuhan bukan hanya titik bongkar muat, tetapi bagian penting dari rantai pasok industri. Ketika layanan semakin efisien dan andal, biaya logistik bisa ditekan, dan daya saing ekspor ikut meningkat,” kata Wahyudi.

Dengan posisi strategis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung diproyeksikan terus berkembang sebagai simpul logistik utama di wilayah barat Indonesia, mendukung penguatan industri hilirisasi dan ketahanan rantai pasok nasional.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presensi Ada, Tugas Dipertanyakan di RSUD Hadrianus Sinaga

29 Juli 2026 - 14:35 WIB

Satgas Pangan Polri Perkuat Swasembada Bawang Putih, Lahan Tanam di Sembalun Capai 534 Hektare

28 Juli 2026 - 08:02 WIB

Catar Kalteng Catat Jarak Lari Tertinggi pada Seleksi Tingkat Pusat Akpol 2026

28 Juli 2026 - 07:51 WIB

Seskab Teddy Spill Deretan Event Besar di Indonesia, Mulai dari Konser Musisi Dunia hingga MotoGP Mandalika

27 Juli 2026 - 14:13 WIB

Hotman Paris Menuai Kecaman Kalangan Pers DI Karenakan Celotehan nya Di Nilai Merendahkan Martabat Wartawan

20 Juli 2026 - 10:04 WIB

Trending di Pemerintah