Bedahkasus.com, Samosir – Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan melalui
Kasat Reskrim AKP Edward Sidauruk, S.E., M.M, hingga kini belum memberikan tanggapan terkait adanya salah satu nama yang disebut-sebut sebagai terduga bandar perjudian togel di Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.”
Jum’at (19/6/2026).
Saat dikonfirmasi wartawan mengenai nama terduga bandar berinisial HS yang telah disampaikan dalam pemberitaan sebelumnya, Kapolres Samosir memilih bungkam dan tidak memberikan penjelasan maupun klarifikasi kepada awak media.
Di sisi lain, seorang pria yang mengaku sebagai koordinator lapangan aktivitas togel di wilayah tersebut membantah anggapan bahwa Kecamatan Onanrunggu merupakan daerah dengan perputaran uang perjudian terbesar di Kabupaten Samosir.
“Di antara sembilan kecamatan di Kabupaten Samosir, Kecamatan Onanrunggu yang paling kecil omsetnya. Tapi kenapa justru itu yang viral. Paling kuat omset di Onanrunggu sekitar Rp2 juta, itu pun kalau ada. Lagi pula bukan cuma saya saja yang menjadi koordinator di sana,” ujarnya kepada wartawan.
Sebelumnya diberitakan, aktivitas perjudian jenis Toto Gelap (Togel) yang diduga dikendalikan oleh bandar berinisial HS disebut-sebut semakin marak di wilayah Kecamatan Onanrunggu.
Praktik perjudian tersebut bahkan dikabarkan telah merambah sejumlah desa dan berlangsung secara terbuka di tengah masyarakat.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan di kalangan warga terkait efektivitas penegakan hukum terhadap praktik perjudian yang secara tegas dilarang oleh peraturan perundang-undangan maupun norma agama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan, banyak warga tergiur mengikuti permainan togel karena berharap memperoleh keuntungan secara instan. Selain itu, berkembang anggapan bahwa aktivitas perjudian tersebut relatif aman dan jarang tersentuh penindakan hukum.
Salah seorang narasumber yang identitasnya disamarkan dengan nama Rido mengaku telah lama terlibat dalam aktivitas tersebut sebagai sumber penghasilan.
“Judi ini sudah menjadi mata pencarian, Bang. Kami merasa aman dan tidak ditangkap polisi, makanya kami berani.
Biasanya kami mendapat keuntungan ketika nomor yang kami pasang keluar,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Rido, perjudian togel yang beredar di wilayah tersebut memiliki tiga kali putaran setiap hari yang dikenal dengan sebutan Hongkong, Sidney, dan Singapore.
Ia juga mengungkapkan bahwa nilai transaksi dari satu juru tulis dalam satu putaran dapat mencapai jutaan rupiah. Keuntungan kemudian dibagi berdasarkan sistem persentase yang telah ditentukan oleh bandar.
“Di sini ada beberapa juru tulis. Belum lagi di desa-desa lain. Kalau dihitung keseluruhan, perputaran uangnya cukup besar,” katanya.
Informasi lain yang diperoleh menyebutkan bahwa jaringan perjudian tersebut diduga berjalan secara terstruktur, mulai dari koordinator lapangan hingga pihak-pihak tertentu yang disebut bertugas mengawasi jalannya aktivitas perjudian. Namun, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari aparat penegak hukum.
Sejumlah warga mengaku bahwa sejak aktivitas togel berkembang di Kecamatan Onanrunggu, mereka belum pernah melihat adanya razia maupun tindakan penertiban secara langsung.
“Setahu kami belum pernah ada razia. Aktivitas togel tetap berjalan seperti biasa,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Pantauan di lapangan juga menunjukkan adanya sejumlah warung yang diduga menyediakan fasilitas terkait perjudian togel, seperti buku tafsir mimpi dan kupon angka togel.
Maraknya aktivitas perjudian yang diduga berlangsung secara terbuka tersebut menimbulkan keresahan sekaligus tanda tanya di tengah masyarakat. Warga berharap aparat penegak hukum, khususnya Polres Samosir, dapat melakukan penyelidikan dan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila ditemukan adanya unsur tindak pidana perjudian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak yang disebut dalam informasi warga terkait dugaan aktivitas perjudian tersebut. Sementara itu, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan juga belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan wartawan mengenai nama terduga bandar yang disebut dalam pemberitaan.
Bersambung…
(RED/TIM).










