Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Mahasiswa Geruduk Kantor Polisi, Desak Kapolda Sumut Berikan Sangsi Tegas Kepada Kapolres Humbahas Dinilai Lamban Berantas Judi Togel Mahasiswa Geruduk Kantor Polda Sumatera Utara, Desak Usut Tuntas Pencurian Arus Listrik Pemasok Tambang Bitcoin Hujan Tidak Jadi Penghalang, Polri Tetap Hadir Mengawal Aspirasi Masyarakat Polisi Bagikan Roti dan Air Mineral untuk Massa Aksi Mahasiswa BEM UBK di Silang Selatan Hadir di Tengah Ketenangan Ibadah, Patroli Satgas Damai Cartenz Jaga Keamanan dan Pererat Kedekatan dengan Jemaat di Sinak Ratusan Juta Dana BUMDES di Desa Purwodadi Kecamatan Sunggal Disoal Warga, Masyarakat Minta APH Lakukan Audit!

advertorial

Sembuh Secara Medis, Terluka Secara Ekonomi: Potret Pilu Pasien Kurang Mampu

badge-check


					Sembuh Secara Medis, Terluka Secara Ekonomi: Potret Pilu Pasien Kurang Mampu Perbesar

Bedahkasus.com, Samosir– Di tengah upaya pemerintah memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, persoalan biaya pengobatan masih menjadi kenyataan yang dihadapi sebagian warga kurang mampu,Senin(15/6/26).

Ironisnya, ketika pasien telah dinyatakan membaik dan diizinkan pulang oleh dokter, persoalan ekonomi justru menjadi beban baru bagi keluarga.

Pasien yang telah menyelesaikan perawatan masih dihadapkan pada kewajiban administrasi yang belum dapat dipenuhi akibat keterbatasan biaya.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan, mengingat kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang seharusnya dapat diakses tanpa membedakan kemampuan ekonomi.

Fenomena tersebut menjadi gambaran bahwa setelah berhasil melawan penyakit, sebagian masyarakat masih harus berjuang menghadapi tekanan finansial yang tidak ringan.

Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, biaya perawatan dapat menjadi persoalan yang jauh lebih berat dibandingkan proses pengobatan itu sendiri.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menegaskan pentingnya penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan dan kepentingan pasien.

Karena itu, sinergi antara rumah sakit, pemerintah daerah, Dinas Sosial, dan BPJS Kesehatan sangat dibutuhkan untuk memastikan masyarakat tidak mampu memperoleh solusi atas persoalan pembiayaan.

Masyarakat berharap kehadiran negara tidak hanya dirasakan saat pelayanan medis diberikan, tetapi juga dalam memberikan perlindungan bagi warga yang mengalami kesulitan ekonomi.

Sebab, ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan bukan hanya terletak pada kesembuhan pasien, melainkan juga pada sejauh mana nilai kemanusiaan tetap dijunjung tinggi.

Sebab, tidak seharusnya seseorang yang telah sembuh dari penyakit justru harus terluka oleh beban ekonomi yang tidak sanggup dipikul keluarganya.

(Rps).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapolri di Rakorwas Kompolnas: Mitra Strategis untuk Pembenahan Polri

11 Juni 2026 - 15:33 WIB

Seleksi JPT Samosir: Regenerasi atau Sekadar Tukar Kursi Pejabat Lama?

11 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jangan Sampai Polemik KPJS Hanya Jadi Ajang Saing Lempar Tanggung Jawab

9 Juni 2026 - 14:06 WIB

EW LMND Sumut Bongkar Dugaan Penyelundupan Bal Pakaian Ilegal di Asahan: Negara Jangan Kalah oleh Mafia Pakaian Bekas

22 Mei 2026 - 13:21 WIB

Lembaga MPSU Dukung Penuh Berdirinya SPPG Binjai 2 Kecamatan Medan Denai Kota Medan

17 Mei 2026 - 17:26 WIB

Trending di advertorial