Bedahkasus.com, Samosir– Istilah “Cicak vs Buaya” pernah menjadi simbol perlawanan terhadap ketimpangan kekuatan dalam penegakan hukum di Indonesia,Minggu (31/5/26).
Di satu sisi terdapat institusi yang memiliki kewenangan besar, sementara di sisi lain ada harapan masyarakat agar hukum tetap berdiri tegak tanpa dipengaruhi jabatan, kekuasaan, maupun kepentingan tertentu.
Kini, gaung serupa seolah kembali terdengar dalam berbagai perbincangan masyarakat Kabupaten Samosir terkait sejumlah dugaan persoalan yang mencuat di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Samosir.
Berbagai laporan yang beredar telah memunculkan harapan agar aparat penegak hukum mampu bekerja secara profesional dan independen.
Dalam konteks ini, Polres Samosir sedang menghadapi ujian kepercayaan publik. Masyarakat ingin melihat apakah proses hukum akan berjalan berdasarkan fakta dan alat bukti, atau justru tersendat ketika berhadapan dengan kepentingan dan kekuasaan birokrasi.
Tentu saja, tidak tepat menyamakan kasus yang berkembang di Samosir dengan peristiwa nasional “Cicak vs Buaya” secara langsung.
Namun semangat yang terkandung di dalamnya tetap relevan, yakni bagaimana hukum harus mampu menjangkau siapa pun tanpa membedakan status, jabatan, maupun kedudukan.
Publik saat ini tidak membutuhkan narasi yang berlarut-larut. Yang dibutuhkan adalah kepastian.
Jika berbagai laporan yang masuk memang tidak memiliki dasar hukum yang kuat, maka hal tersebut harus dijelaskan secara terbuka. Namun jika ditemukan indikasi pelanggaran yang memenuhi unsur pidana, maka proses hukum harus dilanjutkan hingga tuntas sesuai ketentuan yang berlaku.
Polres Samosir memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa hukum tidak hanya tajam ke bawah, tetapi juga mampu berdiri tegak ketika berhadapan dengan pihak-pihak yang memiliki posisi strategis dalam pemerintahan.
Keberanian, profesionalisme, dan transparansi akan menjadi ukuran keberhasilan institusi dalam menjawab keraguan yang berkembang di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, masyarakat Samosir tidak sedang menunggu siapa yang menang atau kalah.
Yang dinanti adalah tegaknya hukum dan terjawabnya berbagai pertanyaan yang selama ini menjadi perhatian publik.
Sebab ketika hukum bekerja tanpa intervensi dan tanpa pilih kasih, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya.
Apakah Polres Samosir mampu menjawab tantangan tersebut? Waktu dan proses hukum yang akan memberikan jawabannya.
(Tim).











