Bedahkasus.com, Medan – Di balik bangunan beton yang berdiri tanpa dinding dan atap, ada harapan kecil dari puluhan anak yatim yang masih menunggu kasih sayang dan kepedulian para dermawan.
Pembangunan Panti Asuhan Idaman Kasih Abadi yang berada di Jalan Seroja Raya Gang Fajar, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, kini terpaksa berhenti total akibat keterbatasan biaya.” Sabtu (16/05/2026.
Kini bangunan yang seharusnya menjadi tempat tinggal layak bagi anak-anak asuh itu hanya menyisakan pondasi dan tiang beton yang mulai dipenuhi rumput liar.
Di tempat sederhana inilah, sebanyak 26 anak asuh setiap hari menaruh harapan agar suatu saat mereka bisa memiliki rumah yang aman, nyaman, dan penuh kasih.
Mereka bukan meminta kemewahan. Anak-anak itu hanya ingin tempat berteduh saat hujan, ruang belajar yang layak, dan tempat tidur yang nyaman untuk beristirahat.
Namun keterbatasan dana membuat pembangunan tidak bisa dilanjutkan. Hingga saat ini, kebutuhan biaya untuk menyelesaikan bangunan diperkirakan mencapai Rp550 juta.
Dijelaskan, bangunan panti direncanakan berukuran 10 x 17 meter dengan 2 lantai, yang nantinya akan digunakan sebagai tempat tinggal dan pembinaan anak-anak yatim serta kurang mampu.
Kebutuhan yang Masih Sangat Mendesak agar pembangunan dapat kembali berjalan, pihak panti masih membutuhkan bantuan berupa:
Timbunan sekitar 40 dump truk,
Pasir, batu kerikil, dan semen
Batu bata dan besi beton
Kayu serta papan cor
Atap/seng, Keramik dan cat tembok
Pintu dan jendela
Instalasi listrik Pipa air dan perlengkapan kamar mandi.
Pihak pengurus berharap ada hati-hati baik yang tergerak untuk membantu mewujudkan rumah layak bagi anak-anak tersebut.
“Anak-anak ini adalah amanah. Kami hanya ingin mereka punya tempat tinggal yang layak untuk tumbuh dan belajar. Kami sangat berharap ada donatur yang peduli membantu pembangunan ini,” ujar pengelola panti dengan penuh harap.
Hari demi hari berlalu, sementara bangunan itu masih terbengkalai. Tetapi harapan anak-anak itu belum padam. Mereka masih percaya akan ada orang-orang baik yang datang membantu.
Karena sesungguhnya, bantuan sekecil apa pun dapat menjadi harapan besar bagi masa depan mereka.
Pembangunan ini bukan hanya tentang menyelesaikan bangunan, tetapi tentang menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi 26 anak yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan masa depan yang lndah.
(Samali Hulu).











