Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Polres Dairi Belum Sepenuhnya Membersihkan Aktivitas Perjudian yang Meresahkan Masyarakat, Ini Buktinya.. Antisipasi Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan Alvonso Manihuruk S.H., M.H. Resmi Dilantik Sebagai Kasi Pidum Kejari Belawan Aktivitas Perjudian Beroperasi di Deli Serdang Mendapat Lisensi Khusus dari Kapolresta Deli Serdang Kombes Hendria Lesmana ? Dugaan Pencemaran Lingkungan Pabrik Kelapa Sawit di Desa Sei Semayang Kembali Disoal, Bau Menyengat Mengganggu Aktivitas Belajar Sekolah 418 Warga Kuta Tengah Dipulangkan dari Pengungsian, Polda Sumut Kawal Proses Kepulangan

Pemerintah

Diduga Drainase Ditutup Developer, Jalan Citra Anggrek Terendam – Warga Desak Pemerintah Turun Tangan

badge-check

Bedahkasus.com, Medan – Persoalan drainase kembali menjadi sorotan di kawasan Jalan Citra Anggrek hingga Jalan Anggrek 1, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, “Selasa (14/04/2026).

Warga setempat mengeluhkan kondisi saluran parit yang kini tidak lagi berfungsi setelah diduga dibendung dan dikuasai oleh pihak developer.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, parit yang sebelumnya menjadi jalur utama aliran air kini telah tertutup dan sebagian dibangun tembok.

Kondisi tersebut membuat aliran air terhambat bahkan tidak dapat mengalir sama sekali seperti sebelumnya. Padahal, drainase tersebut memiliki peran penting dalam mengalirkan air hujan agar tidak terjadi genangan.

Dampak dari penutupan parit ini mulai dirasakan warga dalam beberapa waktu terakhir. Setiap kali hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi, air tidak lagi mengalir ke saluran sebagaimana mestinya, melainkan meluap ke badan jalan dan menggenangi area permukiman warga. Bahkan, air juga masuk ke lahan milik warga yang berada di sekitar lokasi tersebut.

“Dulu parit ini terbuka dan airnya lancar mengalir. Sekarang sudah ditutup, jadi air meluap ke jalan dan tanah kami,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.

Tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, genangan air yang terjadi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak lanjutan, seperti kerusakan infrastruktur jalan, menurunnya kualitas lingkungan, hingga potensi munculnya penyakit akibat air tergenang.

Warga menilai, penutupan drainase ini tidak seharusnya dilakukan tanpa memperhatikan dampak lingkungan sekitar. Mereka menduga adanya kelalaian atau bahkan kesengajaan dari pihak developer dalam mengubah fungsi saluran air tersebut tanpa solusi pengganti yang memadai.

Atas kondisi ini, masyarakat sekitar secara tegas meminta perhatian khusus dari pihak Kelurahan Simpang Selayang dan instansi terkait di Kecamatan Medan Tuntungan.

Warga mendesak agar pemerintah segera turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak), mengecek langsung kondisi drainase, serta mengambil langkah penertiban jika ditemukan pelanggaran.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Jangan sampai masalah ini terus berlarut-larut dan semakin merugikan masyarakat,” tambah warga lainnya.

Selain itu, warga juga meminta adanya tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab, termasuk kewajiban untuk mengembalikan fungsi drainase seperti semula atau menyediakan sistem saluran air yang layak dan tidak merugikan masyarakat sekitar.

Sementara itu, pihak media menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini sebagai bentuk kontrol sosial dan upaya mendorong transparansi serta tanggung jawab dari pihak terkait, baik pemerintah setempat maupun developer.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak developer terkait dugaan penutupan saluran drainase tersebut.

Warga berharap persoalan ini segera mendapatkan solusi konkret agar kondisi lingkungan kembali normal dan aman bagi masyarakat.

(J.Sinulingga/tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Antisipasi Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan

10 September 2026 - 17:41 WIB

Relawan Kesehatan ProBIS Sumut Dorong Kolaborasi dengan Kanwil Ditjenpas, Fokus pada Kesehatan dan Kemandirian WBP

28 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Dari Kamar Mayat ke DANA: Narasumber Ungkap Cara Bayar Mobil Jenazah RSUD Samosir

28 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Lapor Bapak/Ibu Pemkab Samosir! Rumah Sudah Dibangun, Rp8 Juta Masih “OTW”?

26 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Direktur RSUD Samosir, Rp2,67 Miliar Sudah Berdiri: yang Diisolasi Pasien atau Gedungnya?

26 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Trending di Pemerintah