
Bedahkasus.com, Medan – Persoalan drainase kembali menjadi sorotan di kawasan Jalan Citra Anggrek hingga Jalan Anggrek 1, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, “Selasa (14/04/2026).
Warga setempat mengeluhkan kondisi saluran parit yang kini tidak lagi berfungsi setelah diduga dibendung dan dikuasai oleh pihak developer.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, parit yang sebelumnya menjadi jalur utama aliran air kini telah tertutup dan sebagian dibangun tembok.
Kondisi tersebut membuat aliran air terhambat bahkan tidak dapat mengalir sama sekali seperti sebelumnya. Padahal, drainase tersebut memiliki peran penting dalam mengalirkan air hujan agar tidak terjadi genangan.
Dampak dari penutupan parit ini mulai dirasakan warga dalam beberapa waktu terakhir. Setiap kali hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi, air tidak lagi mengalir ke saluran sebagaimana mestinya, melainkan meluap ke badan jalan dan menggenangi area permukiman warga. Bahkan, air juga masuk ke lahan milik warga yang berada di sekitar lokasi tersebut.
“Dulu parit ini terbuka dan airnya lancar mengalir. Sekarang sudah ditutup, jadi air meluap ke jalan dan tanah kami,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.
Tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, genangan air yang terjadi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak lanjutan, seperti kerusakan infrastruktur jalan, menurunnya kualitas lingkungan, hingga potensi munculnya penyakit akibat air tergenang.
Warga menilai, penutupan drainase ini tidak seharusnya dilakukan tanpa memperhatikan dampak lingkungan sekitar. Mereka menduga adanya kelalaian atau bahkan kesengajaan dari pihak developer dalam mengubah fungsi saluran air tersebut tanpa solusi pengganti yang memadai.
Atas kondisi ini, masyarakat sekitar secara tegas meminta perhatian khusus dari pihak Kelurahan Simpang Selayang dan instansi terkait di Kecamatan Medan Tuntungan.
Warga mendesak agar pemerintah segera turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak), mengecek langsung kondisi drainase, serta mengambil langkah penertiban jika ditemukan pelanggaran.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Jangan sampai masalah ini terus berlarut-larut dan semakin merugikan masyarakat,” tambah warga lainnya.
Selain itu, warga juga meminta adanya tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab, termasuk kewajiban untuk mengembalikan fungsi drainase seperti semula atau menyediakan sistem saluran air yang layak dan tidak merugikan masyarakat sekitar.
Sementara itu, pihak media menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini sebagai bentuk kontrol sosial dan upaya mendorong transparansi serta tanggung jawab dari pihak terkait, baik pemerintah setempat maupun developer.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak developer terkait dugaan penutupan saluran drainase tersebut.
Warga berharap persoalan ini segera mendapatkan solusi konkret agar kondisi lingkungan kembali normal dan aman bagi masyarakat.
(J.Sinulingga/tim).











