Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Pentingnya Struktur Kode yang Rapi dalam Pengembangan Aplikasi Polres Sergai Kroscek Dugaan Togel dan Keterlibatan Oknum Anggota DPRD Polda Metro Jaya Kerahkan 10.121 Personel, 67 Ribu Penonton Hadiri FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Polda Metro Jaya Imbau Suporter Rayakan dengan Tertib Polda Metro Jaya Kedepankan Pelayanan Humanis dalam Penyampaian Pendapat Buruh di DPR/MPR RI Polisi Bagikan Snack dan Air Minum kepada Peserta Aksi dari Unsur Ojol di DPR

Kepolisian

Tim Forensik Lanjutkan Pemeriksaan Laboratorium Usai Ekshumasi Almarhum S

badge-check


					Tim Forensik Lanjutkan Pemeriksaan Laboratorium Usai Ekshumasi Almarhum S Perbesar

Bedahkasus.com, BANYUMAS — Tim dokter forensik dari Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) telah menyelesaikan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah almarhum S di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk memperoleh bukti medis dan ilmiah guna mendukung proses penyidikan.

Ketua Tim Dokter Forensik Prof. Dr. dr. H. Ahmad Yudianto mengatakan, kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni ekshumasi, pemeriksaan luar dan dalam, serta pengambilan sampel untuk pemeriksaan lanjutan.

“Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu ekshumasi, pemeriksaan luar dan dalam, serta pengumpulan sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Prof. Ahmad Yudianto di Aula Polresta Banyumas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dan dalam, jenazah diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 40 tahun dan panjang tubuh 166 sentimeter.

“Secara visual, kami tidak menemukan tanda-tanda luka yang diakibatkan oleh kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam,” jelasnya.

Meski demikian, tim forensik belum menyimpulkan penyebab kematian. Sejumlah sampel telah diambil untuk menjalani pemeriksaan histopatologi, toksikologi, dan DNA. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk melengkapi proses identifikasi sekaligus memperoleh hasil medis yang lebih menyeluruh.

“Proses finalisasi masih berlangsung. Kami menunggu hasil pemeriksaan laboratorium berupa histopatologi, toksikologi, dan DNA untuk menentukan penyebab kematian secara lebih lengkap,” kata Prof. Ahmad.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi bagian dari pembuktian ilmiah dalam penyidikan yang ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Kepolisian menghormati proses ilmiah yang sedang berjalan dan tidak akan mendahului kesimpulan tim dokter forensik. Seluruh hasil pemeriksaan akan dianalisis secara menyeluruh untuk membantu penyidik membuat terang perkara ini,” ujar Kombes Budi.

Ia menegaskan, penyidikan dilakukan secara profesional, transparan, serta berdasarkan fakta dan bukti. Polda Metro Jaya juga memahami harapan keluarga untuk memperoleh kejelasan terkait penyebab meninggalnya almarhum.

“Setiap perkembangan yang telah terverifikasi akan disampaikan secara proporsional dengan tetap menghormati proses penyidikan,” pungkasnya.

(Julius).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kerahkan 10.121 Personel, 67 Ribu Penonton Hadiri FIFA ASEAN Cup 2026

6 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Polda Metro Jaya Imbau Suporter Rayakan dengan Tertib

6 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Polda Metro Jaya Kedepankan Pelayanan Humanis dalam Penyampaian Pendapat Buruh di DPR/MPR RI

6 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Polisi Bagikan Snack dan Air Minum kepada Peserta Aksi dari Unsur Ojol di DPR

6 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Aspirasi Disampaikan dengan Tertib, Polda Metro Jaya Apresiasi Massa Ojol

6 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Trending di Kepolisian