Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Polres Samosir Buka Kartu! Narkoba, Illegal Logging, Pencurian hingga Dugaan Kejahatan Seksual Anak Diungkap Geger! Bus Wisatawan Masuk Permukiman Warga di Boho Samosir, 26 Penumpang Terluka Kapolres Binjai AKBP Bimo Moernanda Persempit Ruang Gerak Pengedar Sabu, Satu Pria Diamankan Kapolres Binjai Anjangsana dan Berikan Tali Asih kepada Personel yang Sakit Menahun Bambang Sah Nahkodai DPD FTI 1973 Sumut Periode 2026–2031, Kibarkan Roda-Roda Organisasi di Daerah Operasi Gabungan Imigrasi Belawan Temukan WNA dengan Beragam Izin Tinggal

Kepolisian

Tiga Kawasan Paling Rawan Begal dan Rayap Besi, Kapolrestabes Bakal Gaspoll

badge-check


					Tiga Kawasan Paling Rawan Begal dan Rayap Besi, Kapolrestabes Bakal Gaspoll Perbesar

Bedahkasus.com, Medan -Kapolrestabes Medan, Komisaris Besar Polisi (KBP) Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan ada tiga wilayah hukum (wilkum) masing-masing polsek rawan kejahatan paling tinggi. Hal itu menjadi atensi dan keseriusan kapolrestabes serta meminta anggotanya jangan menunggu lama jika dapat informasi dari masyarakat.

“Ada kecamatan paling tinggi tindak pidana kejahatan begal. Ini jadi konsen kapolsek untuk kerjasama dengan pemerintah terkait. Khusus begal kecamatan paling tinggi adalah wilayah Percut Sei Tuan. Kapolsek Tembung ini PR anda! Ini bersama dengan kasatreskrim dan saya sendiri,” tegasnya.

“Kemudian Kecamatan Medan Selayang (wilkum) Polsek Sunggal dan (wilkum) Pancurbatu,” tambahnya.

Calvijn pun merinci tahapan ranking kejahatan di masing-masing polsek tersebut. Ia menyebut ranking pertama tindak pidana pencurian ‘rayap’ besi/ kayu diduduki wilkum Polsek Medan Tembung, kedua Kecamatan Medan Kota dan ketiga Kecamatan Medan Timur.

“Ada info dari masyarakat untuk jangan nunggu lama. Turun ke lapangan dan tindak tegas. Semua pelaku yang berani melawan petugas atau menyerang petugas, merusak fasilitas umum, agar ditangkap dan tindak tegas,” imbuhnya.

Calvijn juga menyebut kasus pidana ‘pompa’ atau penggunaan sabu paling tinggi di wilkum Polsek Medan Tembung, Medan Area dan Pancurbatu.

“Ini berpikir untuk kita ‘keroyok’ Polsek Medan Tembung dengan membackup Medan Tembung untuk ungkap kasus tiga tadi, begal, rayap besi/kayu, pompa. Ini PR kapolsek!” tegasnya.

Pamen Polri dengan pangkat tiga bunga melati emas di pundaknya itu menjelaskan penggunaan narkoba ‘pompa’ modus operasinya selama delapan hari pengungkapan terjadi di gang, jalan, pinggir sungai, rumah kosong dan barak narkoba.

“Kenapa saya kasih tahu, supaya kapolsek bisa melakukan koordinasi dengan stakeholder. Mungkin bisa pasang cctv di sini dan lain-lain,” pungkasnya.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Samosir Buka Kartu! Narkoba, Illegal Logging, Pencurian hingga Dugaan Kejahatan Seksual Anak Diungkap

21 September 2026 - 16:37 WIB

Geger! Bus Wisatawan Masuk Permukiman Warga di Boho Samosir, 26 Penumpang Terluka

21 September 2026 - 16:32 WIB

Kapolres Binjai AKBP Bimo Moernanda Persempit Ruang Gerak Pengedar Sabu, Satu Pria Diamankan

21 September 2026 - 16:27 WIB

Kapolres Binjai Anjangsana dan Berikan Tali Asih kepada Personel yang Sakit Menahun

21 September 2026 - 16:23 WIB

Operasi Gabungan Imigrasi Belawan Temukan WNA dengan Beragam Izin Tinggal

18 September 2026 - 15:00 WIB

Trending di Kepolisian