Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Status Tahanan Rumah Disorot, Kasus Nuriana Sinurat Kembali Dipertanyakan Presensi Ada, Tugas Dipertanyakan di RSUD Hadrianus Sinaga Eks Gudang Pengoplos LPG yang Pernah Digerebek Tim Gabungan BAIS Diduga Beralih Jadi Gudang Solar Subsidi Ilegal “Paripurna DPRD Samosir Mandek, Kursi Kosong Gagalkan Pembahasan APBD dan Ranperda Sampah” Dari Branding sampai Quality Control: Yang Sering Terlewat soal Seragam Perusahaan Rakerhut Situmorang Tantang Kepastian Hukum Dugaan Penyimpangan Samosir: Proses atau Hentikan!

Pemerintah

Sebagai Pelayan Masyarakat di Tingkat Bawah, Rico Waas: Camat dan Lurah Tidak Bisa Lagi Jadi Raja Kecil Diwilayahnya

badge-check


					Sebagai Pelayan Masyarakat di Tingkat Bawah, Rico Waas: Camat dan Lurah Tidak Bisa Lagi Jadi Raja Kecil Diwilayahnya Perbesar

Bedahkasus.com, Medan – Pelayanan yang diberikan Pemko Medan ke masyarakat harus dapat diubah secara menyeluruh mulai dari tingkat bawah. Camat dan Lurah tidak bisa lagi menjadi raja kecil diwilayahnya, karena mereka merupakan pelayanan masyarakat di tingkatan bawah.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menjadi narasumber dalam Talkshow dengan tema ‘Apa dan Bagaimana Kota Medan Kedepannya di studio Radio Kardopa, Jalan Iskandar Muda, Jumat (23/5/25).

“Camat dan Lurah tidak bisa lagi menjadi raja kecil diwilayahnya, karena mereka itu pelayanan masyarakat. Jadi harus melayani secara langsung dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat”, kata Rico Waas.

Menurut Rico Waas, dirinya telah menyampaikan kepada Lurah dan Camat untuk bagaimana bisa menjadi saudara, orang tua, sahabat dan orang yang disayangi oleh masyarakat. Hal ini diperlukan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah di tengah mereka.

“Saya pernah mengetes dilapangan apakah masyarakat kenal dengan Camat dan Lurah mereka, jika tidak kenal maka Camat dan Lurah tersebut jarang turun kelapangan bertemu dengan masyarakat”, ujar Rico Waas.

Dijelaskan Rico Waas, Kota Medan kedepannya diharapkan dari struktur Pemko Medan bisa memberikan persepsi yang lebih baik di masyarakat. Tentunya kita mengetahui masih ada di masyarakat yang menganggap pemerintah ini sebagai momok dimana dianggap pemerintahan ini selalu begitu saja dari tahun ke tahun. Mulai dari tingkat lingkungan, Kelurahan dan Kecamatan sampai dengan tingkat Pimpinan Perangkat Daerah, dianggap begitu saja.

” Hal ini secara keseluruhan yang harus bisa diubah mulai dari tingkat pimpinan sampai dengan lingkungan agar bagaimana semuanya bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat”, Jelas Rico Waas.

Guna memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik, tambah Rico Waas pihaknya juga telah melakukan sidak ke kantor Camat dan Lurah. Dari sidak tersebut diketahui pelayanan apa yang kurang dan harus diperbaiki oleh aparatur Pemko Medan.

” Tentunya sidak ini bukan untuk mencari kesalahan ataupun memberi rasa takut tetapi sebagai bentuk rasa sayang kepada jajaran agar senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat”, ucap Rico Waas.

Terkait pembangunan Kota, Rico Waas menilai saat ini Kota Medan sudah berkembang. Sebagai kota ketiga terbesar masyarakat Kota Medan sudah berkembang termasuk pola pikirnya. Dengan perubahan yang ada adalah pastinya menjadi tantangan tersendiri.

“Sebagai Kota Multikultural dengan beragam kebudayaan tentunya dapat menjadi potensi di tengah tantangan yang ada dengan terus mengembangkan akar budaya dari masing-masing etnis. khususnya anak muda, apakah mereka mampu tidak melupakan akar budaya. Sebab sebuah kota akan disegani jika masyarakat memegang kuat akar budaya”, sebut Rico Waas.

Menyikapi permasalahan begal dan geng motor serta tawuran, Rico Waas menjelaskan perkembangan teknologi khususnya sosial media membuat generasi muda kita cepat mengikuti dan terpengaruh dengan apa yang mereka lihat tanpa berdiskusi dengan orang tua dan guru.

“Di tingkat lingkungan keluarga orang tua harus bisa memberikan pengayoman yang lebih kuat. Di tingkat sekolah guru harus dapat menjadi role model kedua setelah orang tua. Di sisi guru ini Pemerintah harus turun guna memberikan pemahaman terhadap guru dan pendidikan di sekolah”, pungkasnya.

Selain itu, Lanjut Rico Waas, untuk mengantisipasi begal, Pemko Medan saat ini menggalakkan Zero Lampu Padam. Dirinya sudah meminta Dinas Perhubungan untuk memastikan tidak ada lagi lampu penerangan jalan yang mati. Termasuk lampu yang ada di taman-taman kota.

“Sesuai dengan slogan Kota Medan yakni Medan Untuk Semua, kami Pemko Medan siap melayani masyarakat, dengan meningkatkan pendidikan dan meningkatkan pelayanan kesehatan serta ketersediaan lapangan pekerjaan”, pungkas Rico Waas.

(Ris).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presensi Ada, Tugas Dipertanyakan di RSUD Hadrianus Sinaga

29 Juli 2026 - 14:35 WIB

Satgas Pangan Polri Perkuat Swasembada Bawang Putih, Lahan Tanam di Sembalun Capai 534 Hektare

28 Juli 2026 - 08:02 WIB

Catar Kalteng Catat Jarak Lari Tertinggi pada Seleksi Tingkat Pusat Akpol 2026

28 Juli 2026 - 07:51 WIB

Seskab Teddy Spill Deretan Event Besar di Indonesia, Mulai dari Konser Musisi Dunia hingga MotoGP Mandalika

27 Juli 2026 - 14:13 WIB

Hotman Paris Menuai Kecaman Kalangan Pers DI Karenakan Celotehan nya Di Nilai Merendahkan Martabat Wartawan

20 Juli 2026 - 10:04 WIB

Trending di Pemerintah