Bedahkasus.com, Samosir– Pembangunan Gedung Ruang Isolasi RSUD dr. Hadrianus Sinaga Pangururan tercatat bernilai sekitar Rp2,67 miliar. Anggaran sebesar itu tentu patut menjadi perhatian publik,Senin (24/8/26).
Saat pandemi COVID-19, ruang isolasi menjadi fasilitas penting. Namun kini situasi telah berubah. Pertanyaannya sederhana:
Pak Direktur, gedung tersebut sekarang digunakan untuk apa?
Jika masih berstatus ruang isolasi, publik tentu berharap fasilitas tersebut dapat dioptimalkan untuk penanganan pasien dengan penyakit menular seperti TBC Paru, Difteri, Campak, Pertusis, Influenza, Varisela, dan penyakit infeksi lainnya, tentunya sesuai standar medis dan kebijakan rumah sakit.
Sorotan lain muncul dari amatan di sekitar gedung yang menunjukkan sampah berserakan dan kontainer sampah di area tersebut.Kondisi tersebut, tentu patut mendapat perhatian karena lingkungan rumah sakit semestinya bersih, sehat dan nyaman.
Seorang warga yang melintas, A. Sinurat, menyampaikan keprihatinannya.
“Sayang gedung tersebut jika dibiarkan begitu saja. Apalagi saat membangun dulu uangnya lumayan besar juga,” ungkapnya.
Di tengah efisiensi anggaran, aset bernilai miliaran rupiah semestinya dirawat, dimanfaatkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Publik berhak mengetahui kondisi dan status pemanfaatan gedung tersebut saat ini.
Rp2,67 miliar sudah dibelanjakan. Gedungnya sudah berdiri. Pak Direktur, yang diisolasi pasien atau justru gedungnya?
Berita ini berdasarkan data, informasi dan amatan yang diperoleh. RSUD dr. Hadrianus Sinaga, Pemkab Samosir, maupun pihak terkait tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.(Rps/Tim).










