Bedahkasus.com, Samosir – Warga Desa Sianting-anting, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir,kecewa terhadap tidak berfungsinya mesin pencacah enceng gondok bantuan Dinas Pertanian.
Fasilitas yang diharapkan menjadi solusi penanganan gulma di Danau Toba itu disebut-sebut mangkrak dan tak memberi manfaat bagi masyarakat.
Mesin tersebut seharusnya mampu mengurangi kepadatan enceng gondok sekaligus menghasilkan pupuk organik untuk pertanian warga.
Namun, menurut warga, alat hanya pernah ditunjukkan secara formalitas lalu dibiarkan terbengkalai,Kamis (11/9/2025).
“Mesin itu dibeli dengan uang negara, tapi kami tidak pernah merasakan manfaatnya,” ujar seorang warga.
Tokoh masyarakat menilai, keberadaan enceng gondok telah lama meresahkan nelayan dan merusak ekosistem Danau Toba. Karena itu, mereka mendesak pemerintah desa segera mengoptimalkan fasilitas tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Sianting-anting saat dikonfirmasi di Kantor Desa menyebut pengelola mesin masih berada di Pekanbaru untuk urusan keluarga.
Namun, ketika disinggung soal viralnya mesin tersebut di media sosial Facebook, ia enggan berkomentar lebih jauh.
Masyarakat kini meminta aparat penegak hukum dan Pemkab Samosir turun tangan melakukan audit penggunaan mesin sekaligus memastikan dana desa benar-benar berpihak kepada rakyat.(Tim).











