Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Polres Samosir Buka Kartu! Narkoba, Illegal Logging, Pencurian hingga Dugaan Kejahatan Seksual Anak Diungkap Geger! Bus Wisatawan Masuk Permukiman Warga di Boho Samosir, 26 Penumpang Terluka Kapolres Binjai AKBP Bimo Moernanda Persempit Ruang Gerak Pengedar Sabu, Satu Pria Diamankan Kapolres Binjai Anjangsana dan Berikan Tali Asih kepada Personel yang Sakit Menahun Bambang Sah Nahkodai DPD FTI 1973 Sumut Periode 2026–2031, Kibarkan Roda-Roda Organisasi di Daerah Operasi Gabungan Imigrasi Belawan Temukan WNA dengan Beragam Izin Tinggal

Pendidikan

Kematian Nuryani Sinurat Mengisahkan Tangis, Keluarga Minta Polres Samosir Usut Tuntas

badge-check


					Kematian Nuryani Sinurat Mengisahkan Tangis, Keluarga Minta Polres Samosir Usut Tuntas Perbesar

Bedahkasus.com, Samosir – Sebuah papan bunga berhiaskan warna-warni mencolok berdiri tegak di halaman Mapolres Samosir. Sekilas tampak seperti ucapan selamat atau apresiasi.

Namun pesan di baliknya menyimpan makna yang jauh lebih dalam: seruan untuk menuntaskan kasus kematian Nuryani Br. Sinurat, warga Desa Aek Nauli, Kecamatan Pangururan,”Rabu (20/8/2025).

Tulisan “Terima kasih atas perhatian dan kerja keras Polres Samosir” pada papan bunga itu bukanlah tanda puas, melainkan simbol doa dan harapan agar penyelidikan tidak berhenti di tengah jalan.

“Kami hanya ingin kebenaran terungkap, jangan ada yang ditutup-tutupi,” ungkap seorang kerabat korban dengan suara bergetar.

Warga Desa Aek Nauli pun menegaskan, pengiriman papan bunga adalah bentuk pengingat bagi aparat kepolisian.“Ini cara kami menyampaikan keresahan,kami ingin polisi serius menuntaskan kasus ini,” kata seorang warga setempat.

Hingga kini, pihak Polres Samosir belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penyidikan.

Sikap diam aparat justru memunculkan pertanyaan : apakah proses hukum berjalan, atau tersendat di balik meja penyidik?

Bagi keluarga dan masyarakat, setiap hari tanpa kejelasan terasa semakin menyesakkan.Mereka menunggu kepastian hukum, karena bagi mereka, keadilan bukanlah hadiah, melainkan hak yang harus ditegakkan.

Kasus Penemuan Mayat di Tugu Terbengkalai

Kasus yang melatarbelakangi papan bunga ini bermula dari penemuan jasad Nuryani Sinurat (32) pada 21 Juli 2025 lalu,Tubuh korban ditemukan di dalam sebuah tugu kosong di ladang jagung milik warga.

Saksi mata, MS, yang pertama kali menemukan jenazah, langsung melapor kepada perangkat desa hingga akhirnya pihak kepolisian turun melakukan olah TKP.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk autopsi, lantaran kematiannya dianggap tidak wajar.

“ Ditemukan dalam kondisi mencurigakan, sehingga perlu dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian,” ujar Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Edward Sidauruk, kala itu.

Keluarga korban yang hidup dengan keterbatasan orang tua korban adalah penyandang tuna wicara mengaku telah melaporkan kehilangan sebelum akhirnya jenazah ditemukan.

Duka mereka semakin dalam karena hingga kini, proses hukum masih menyisakan tanda tanya.

Kini, papan bunga di depan Mapolres itu menjadi saksi bisu. Indah dari luar, getir di dalam sebuah pengingat bahwa masyarakat Aek Nauli masih menunggu jawaban atas keadilan yang belum juga tiba.

(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Ruang Belajar Menuju Profesi, PERATIN Membuka Jalan bagi Calon Advokat Muda

16 September 2026 - 11:59 WIB

Strategi Pengiriman Barang dari Medan untuk Mendukung Distribusi Bisnis

14 September 2026 - 10:09 WIB

OTT KPK di Unsoed Momen KPK Telisik Kasus Dugaan Korupsi Obyek Kebondalem, Purwokerto

7 September 2026 - 11:26 WIB

Program MBG Polresta Deli Serdang Menjangkau Pelajar hingga Balita

29 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Lapas Pemuda Kelas III Langkat Gerak Cepat Tindaklanjuti Dugaan Aktivitas Ilegal, Tegaskan Komitmen Zero Halinar

19 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Trending di Pendidikan