Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Gebrakan Awal Kapolda Metro: Ajak Diskusi Terbuka, Tapi Wartawan Dibatasi Polda Lampung Ungkap Empat Kasus Kejahatan Ekonomi, Amankan Rokok Ilegal hingga Merkuri 24 Orang Diamankan dalam Penindakan Narkoba di Kampung Ambon dan Kampung Boncos Subdit Jatanras Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Pembunuhan di Pinang Ranti, Dua Tersangka Ditangkap Kapolri Ajak Jamaah Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri Jaga Kerendahan Hati dan Perkuat Akhlak Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri

Kepolisian

Gebrakan Awal Kapolda Metro: Ajak Diskusi Terbuka, Tapi Wartawan Dibatasi

badge-check


					Gebrakan Awal Kapolda Metro: Ajak Diskusi Terbuka, Tapi Wartawan Dibatasi Perbesar

\Bedahkasus.com,JAKARTA – Langkah awal Komjen Pol. Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru resmi memimpin wilayah hukum Ibu Kota langsung menuai sorotan tajam.

Agenda pertemuan perdana dengan awak media pada Sabtu, 10 Oktober 2026, yang dikemas sebagai diskusi terbuka untuk mendengarkan masukan tanpa membatasi asal instansi media, justru dinilai kontradiktif dalam pelaksanaannya.

Sejumlah jurnalis yang sehari-hari rutin meliput di lingkungan Polda Metro Jaya dan berada di grup peliputan resmi dilaporkan tidak disertakan dalam acara tersebut. Kekecewaan pun mencuat.

“Sejumlah wartawan yang rutin beraktivitas liputan di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan sekitarnya mengaku kecewa karena tidak disertakan dalam pertemuan tersebut,” ujar Pemimpin Redaksi Media Online JournalReportase, Arif Yunianto, Sabtu 10 Oktober 2026.

Menurut Arif, pola pemanggilan yang terkesan tebang pilih itu memicu perbincangan negatif di kalangan pelaku pers. Padahal, kata dia, momentum pergantian Kapolda seharusnya menjadi ruang untuk membangun kemitraan yang lebih terbuka.

Ia menilai, jika sejak awal komunikasi dibangun secara eksklusif, maka akan berdampak pada pola pemberitaan dan hubungan kelembagaan ke depan.

“Polda Metro Jaya seharusnya merangkul semua, bukan hanya media tertentu. Kami yang setiap hari di lapangan justru tidak tahu ada pertemuan itu. Ini kan aneh, diskusinya dibilang terbuka tapi undangannya tertutup,” tegas Arif.

Arif menambahkan, pers di Polda Metro Jaya bukan sekadar peliput, melainkan mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada publik.

“Jangan sampai ada kesan pilih-pilih media. Semua wartawan yang bertugas di Polda punya hak yang sama untuk didengar,” katanya.

Ia berharap Kapolda Metro Jaya yang baru dapat segera mengevaluasi pola komunikasi humasnya agar lebih inklusif, transparan, dan tidak menimbulkan sekat baru antara kepolisian dan wartawan.

“Saya berharap kedepannya tidak ada lagi pilih-pilih media dalam pertemuan tersebut. Evaluasi total cara mengundang media,” pungkasnya.

(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Lampung Ungkap Empat Kasus Kejahatan Ekonomi, Amankan Rokok Ilegal hingga Merkuri

10 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Subdit Jatanras Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Pembunuhan di Pinang Ranti, Dua Tersangka Ditangkap

10 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Kapolri Ajak Jamaah Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri Jaga Kerendahan Hati dan Perkuat Akhlak

10 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri

10 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Satbrimob Polda Kalteng Terus Lakukan Pembasahan Karhutla di Banturung

10 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Trending di Kepolisian