Depok — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Urgensi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan Pengenalan Analisis Risiko (IBPRP/JSA)” di PT. Heksaga Trediv Konsultan, Depok, Jawa Barat.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ervina Yuliyanti, S.T., M.T. selaku ketua tim PkM, bersama dosen anggota dan mahasiswa pendamping. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman staf perusahaan terhadap penerapan keselamatan konstruksi, khususnya setelah terbitnya Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

Keterangan foto: Ketua tim PkM UNDIRA, Ervina Yuliyanti, S.T., M.T., saat menyampaikan materi sosialisasi SMKK kepada peserta.
Dalam sambutannya, Ervina menjelaskan bahwa keselamatan konstruksi bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian penting dari budaya kerja profesional di sektor konstruksi.
“Keselamatan konstruksi harus dipahami sebagai investasi jangka panjang. Implementasi SMKK yang baik mampu meminimalkan risiko kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan kualitas dan produktivitas proyek,” ujarnya.
PT. Heksaga Trediv Konsultan sebagai perusahaan jasa konsultansi teknik menghadapi tantangan dalam memastikan seluruh staf memiliki pemahaman yang seragam terkait regulasi terbaru dan penerapan analisis risiko konstruksi. Berdasarkan diskusi awal dengan mitra, masih ditemukan persepsi bahwa dokumen seperti IBPRP (Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko) maupun JSA (Job Safety Analysis) hanya bersifat administratif.
Melalui kegiatan ini, tim PkM UNDIRA memberikan penguatan konsep mengenai:
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui metode seminar, diskusi, dan focus group discussion (FGD). Peserta aktif menyampaikan pengalaman lapangan serta tantangan yang dihadapi dalam pengawasan proyek.

Keterangan foto: Suasana diskusi interaktif antara tim PkM dan peserta dari PT. Heksaga Trediv Konsultan.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta. Nilai rata-rata pre-test meningkat dari 55,45 menjadi 83,09 pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 49,85%. Selain itu, tingkat awareness peserta terhadap pentingnya analisis risiko juga meningkat dari 60,73% menjadi 86,91%, atau naik sebesar 43,11%.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis sosialisasi dan diskusi efektif dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia pada sektor jasa konstruksi.
Menurut tim pelaksana, kegiatan ini merupakan tahap awal dari roadmap pengabdian berkelanjutan yang dirancang bersama mitra. Tahap berikutnya direncanakan berupa pelatihan teknis penyusunan dokumen IBPRP/JSA serta pendampingan implementasi SMKK dalam prosedur kerja perusahaan.
“Kami berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri seperti ini dapat terus berkembang agar transfer ilmu tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan dunia kerja,” tambah Ervina.
Program ini juga menjadi wujud komitmen Universitas Dian Nusantara dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui kontribusi keilmuan yang aplikatif dan berdampak langsung bagi mitra industri.

Keterangan foto: Foto bersama tim PkM Universitas Dian Nusantara dengan peserta kegiatan setelah pelaksanaan sosialisasi.
Melalui kegiatan ini, Universitas Dian Nusantara berharap tercipta budaya keselamatan konstruksi yang lebih kuat, proaktif, dan berkelanjutan, sehingga dapat mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang aman dan berkualitas.










