Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Buat Acara Tak Terlupakan dengan Sewa Videotron LED Mulai Rp 450.000 dari Kreasi Ukasah Dosen Teknik Sipil UNDIRA Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Konstruksi melalui Sosialisasi SMKK di PT Heksaga Trediv Konsultan Patroli Gabungan Koramil 06/Cakung Perkuat Keamanan Wilayah Masyarakat Mulai Beralih ke Donasi Digital untuk Mendukung Program Sosial Travel Haji Resmi Bali: Cara Memilih Penyelenggara Haji yang Aman dan Terpercaya Respons Cepat Laporan 110, Timsus Geng Motor Polres Asahan Amankan Remaja Diduga Terlibat Tawuran Bersenjata

Sosial

Dosen Teknik Sipil UNDIRA Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Konstruksi melalui Sosialisasi SMKK di PT Heksaga Trediv Konsultan

badge-check


					Dosen Teknik Sipil UNDIRA Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Konstruksi melalui Sosialisasi SMKK di PT Heksaga Trediv Konsultan Perbesar

Depok — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Urgensi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan Pengenalan Analisis Risiko (IBPRP/JSA)” di PT. Heksaga Trediv Konsultan, Depok, Jawa Barat.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ervina Yuliyanti, S.T., M.T. selaku ketua tim PkM, bersama dosen anggota dan mahasiswa pendamping. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman staf perusahaan terhadap penerapan keselamatan konstruksi, khususnya setelah terbitnya Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).


Keterangan foto: Ketua tim PkM UNDIRA, Ervina Yuliyanti, S.T., M.T., saat menyampaikan materi sosialisasi SMKK kepada peserta.

Dalam sambutannya, Ervina menjelaskan bahwa keselamatan konstruksi bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian penting dari budaya kerja profesional di sektor konstruksi.

“Keselamatan konstruksi harus dipahami sebagai investasi jangka panjang. Implementasi SMKK yang baik mampu meminimalkan risiko kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan kualitas dan produktivitas proyek,” ujarnya.

PT. Heksaga Trediv Konsultan sebagai perusahaan jasa konsultansi teknik menghadapi tantangan dalam memastikan seluruh staf memiliki pemahaman yang seragam terkait regulasi terbaru dan penerapan analisis risiko konstruksi. Berdasarkan diskusi awal dengan mitra, masih ditemukan persepsi bahwa dokumen seperti IBPRP (Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko) maupun JSA (Job Safety Analysis) hanya bersifat administratif.

Melalui kegiatan ini, tim PkM UNDIRA memberikan penguatan konsep mengenai:

urgensi penerapan SMKK;
peran konsultan dalam keselamatan konstruksi;
identifikasi bahaya di lingkungan proyek;
dasar penyusunan IBPRP dan JSA.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui metode seminar, diskusi, dan focus group discussion (FGD). Peserta aktif menyampaikan pengalaman lapangan serta tantangan yang dihadapi dalam pengawasan proyek.


Keterangan foto: Suasana diskusi interaktif antara tim PkM dan peserta dari PT. Heksaga Trediv Konsultan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta. Nilai rata-rata pre-test meningkat dari 55,45 menjadi 83,09 pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 49,85%. Selain itu, tingkat awareness peserta terhadap pentingnya analisis risiko juga meningkat dari 60,73% menjadi 86,91%, atau naik sebesar 43,11%.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis sosialisasi dan diskusi efektif dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia pada sektor jasa konstruksi.

Menurut tim pelaksana, kegiatan ini merupakan tahap awal dari roadmap pengabdian berkelanjutan yang dirancang bersama mitra. Tahap berikutnya direncanakan berupa pelatihan teknis penyusunan dokumen IBPRP/JSA serta pendampingan implementasi SMKK dalam prosedur kerja perusahaan.

“Kami berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri seperti ini dapat terus berkembang agar transfer ilmu tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan dunia kerja,” tambah Ervina.

Program ini juga menjadi wujud komitmen Universitas Dian Nusantara dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui kontribusi keilmuan yang aplikatif dan berdampak langsung bagi mitra industri.


Keterangan foto: Foto bersama tim PkM Universitas Dian Nusantara dengan peserta kegiatan setelah pelaksanaan sosialisasi.

Melalui kegiatan ini, Universitas Dian Nusantara berharap tercipta budaya keselamatan konstruksi yang lebih kuat, proaktif, dan berkelanjutan, sehingga dapat mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang aman dan berkualitas.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menginspirasi! GMI Gratia Merak Jingga Hadirkan Kebahagiaan untuk Anak Panti Asuhan Lewat Nonton Bareng

28 Mei 2026 - 09:06 WIB

Pembangunan Panti Asuhan Idaman Kasih Abadi Terbengkalai, Bantuan Dermawan Sangat Dibutuhkan

16 Mei 2026 - 21:46 WIB

Wujud Nyata Kepedulian, Gereja Methodis II Medan dan Pelajar SMP Berbagi Sukacita di Panti Asuhan Natasya Sumut

3 Mei 2026 - 21:54 WIB

“Silaturahmi FKKN di Sari Lamak Perkuat Persatuan Lintas Suku, Jadi Teladan Kebangsaan”

20 April 2026 - 12:11 WIB

Pasca-Ramadan, PT PMT Adakan Halalbihalal untuk Tingkatkan Soliditas Tim

14 April 2026 - 14:04 WIB

Trending di Sosial