Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Jenazah Sudah Tenang, Tarif Mobil Jenazah Kok Bikin Tidak Tenang? Lomba Rakyat Demokrat Medan Meriahkan HUT ke-81 RI dan Sambut Seperempat Abad Partai “Kasih Tak Sekadar Kata! Pemuda-pemudi GMI Jemaat Gratia Medan Hadirkan Sukacita untuk Anak Panti Asuhan Natasya” Mafia Migas Semakin Beringas, Hak Masyarakat dari Gas Bersubsidi Pun Digilas, Warga Nantikan Peran Kepolisian Dalam Upaya Penyelamatan Hak Warga Dua Orang Residivis Warga Aceh Di Amankan Oleh TimSus LIBAS Polres Binjai, diduga Pelaku tindak Pidana Curanmor, Satu Unit NMAX disita Polisi Bantuan Kapolri Tiba di Labuan Bajo, Logistik Disiapkan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

Sosial

Dosen Teknik Sipil UNDIRA Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Konstruksi melalui Sosialisasi SMKK di PT Heksaga Trediv Konsultan

badge-check


					Dosen Teknik Sipil UNDIRA Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Konstruksi melalui Sosialisasi SMKK di PT Heksaga Trediv Konsultan Perbesar

Depok — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Urgensi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan Pengenalan Analisis Risiko (IBPRP/JSA)” di PT. Heksaga Trediv Konsultan, Depok, Jawa Barat.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ervina Yuliyanti, S.T., M.T. selaku ketua tim PkM, bersama dosen anggota dan mahasiswa pendamping. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman staf perusahaan terhadap penerapan keselamatan konstruksi, khususnya setelah terbitnya Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).


Keterangan foto: Ketua tim PkM UNDIRA, Ervina Yuliyanti, S.T., M.T., saat menyampaikan materi sosialisasi SMKK kepada peserta.

Dalam sambutannya, Ervina menjelaskan bahwa keselamatan konstruksi bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian penting dari budaya kerja profesional di sektor konstruksi.

“Keselamatan konstruksi harus dipahami sebagai investasi jangka panjang. Implementasi SMKK yang baik mampu meminimalkan risiko kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan kualitas dan produktivitas proyek,” ujarnya.

PT. Heksaga Trediv Konsultan sebagai perusahaan jasa konsultansi teknik menghadapi tantangan dalam memastikan seluruh staf memiliki pemahaman yang seragam terkait regulasi terbaru dan penerapan analisis risiko konstruksi. Berdasarkan diskusi awal dengan mitra, masih ditemukan persepsi bahwa dokumen seperti IBPRP (Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko) maupun JSA (Job Safety Analysis) hanya bersifat administratif.

Melalui kegiatan ini, tim PkM UNDIRA memberikan penguatan konsep mengenai:

urgensi penerapan SMKK;
peran konsultan dalam keselamatan konstruksi;
identifikasi bahaya di lingkungan proyek;
dasar penyusunan IBPRP dan JSA.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui metode seminar, diskusi, dan focus group discussion (FGD). Peserta aktif menyampaikan pengalaman lapangan serta tantangan yang dihadapi dalam pengawasan proyek.


Keterangan foto: Suasana diskusi interaktif antara tim PkM dan peserta dari PT. Heksaga Trediv Konsultan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta. Nilai rata-rata pre-test meningkat dari 55,45 menjadi 83,09 pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 49,85%. Selain itu, tingkat awareness peserta terhadap pentingnya analisis risiko juga meningkat dari 60,73% menjadi 86,91%, atau naik sebesar 43,11%.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis sosialisasi dan diskusi efektif dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia pada sektor jasa konstruksi.

Menurut tim pelaksana, kegiatan ini merupakan tahap awal dari roadmap pengabdian berkelanjutan yang dirancang bersama mitra. Tahap berikutnya direncanakan berupa pelatihan teknis penyusunan dokumen IBPRP/JSA serta pendampingan implementasi SMKK dalam prosedur kerja perusahaan.

“Kami berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri seperti ini dapat terus berkembang agar transfer ilmu tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan dunia kerja,” tambah Ervina.

Program ini juga menjadi wujud komitmen Universitas Dian Nusantara dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui kontribusi keilmuan yang aplikatif dan berdampak langsung bagi mitra industri.


Keterangan foto: Foto bersama tim PkM Universitas Dian Nusantara dengan peserta kegiatan setelah pelaksanaan sosialisasi.

Melalui kegiatan ini, Universitas Dian Nusantara berharap tercipta budaya keselamatan konstruksi yang lebih kuat, proaktif, dan berkelanjutan, sehingga dapat mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang aman dan berkualitas.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Kasih Tak Sekadar Kata! Pemuda-pemudi GMI Jemaat Gratia Medan Hadirkan Sukacita untuk Anak Panti Asuhan Natasya”

23 Agustus 2026 - 12:25 WIB

DPP Lembaga MPSU Bahas Hak Ijazah Mahasiswa di UNIVA Medan, Mulya Koto Sampaikan Selamat Muktamar ke-23 Al Washliyah

6 Juli 2026 - 21:34 WIB

Peresmian Pondok Pesantren Nur Al-‘Alim Al-Hasyimi dan Peletakan Batu Pertama Surau Suluk Nour Miftahul Jannah RNH Muaro Bungo

29 Juni 2026 - 12:08 WIB

KKR Akbar di Samosir Hadirkan Hardyanto Dede, Vandiko T Gultom: Kemajuan Daerah Dimulai dari Iman

23 Juni 2026 - 14:40 WIB

Buat Acara Tak Terlupakan dengan Sewa Videotron LED Mulai Rp 450.000 dari Kreasi Ukasah

20 Juni 2026 - 17:03 WIB

Trending di Sosial