Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Polda Metro Jaya Tangkap Enam Pelaku Curas yang Buntuti Nasabah Bank Hasil Olah Tkp Penembakan di Pintu Masuk FBLB, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan EG dan PN Polri Perkuat Layanan Publik yang Mudah, Cepat dan Responsif melalui SuperApp Polri Kapolri Tutup E-SPORTS Kapolri Cup 2026, Ajak Generasi Muda Jadi Duta Kamtibmas Dan Aktif Laporkan Gqngguan Ke 110 Koramil 01/Jatinegara Gelar Patroli/Siskamling Jaga Kamtibmas Bersama Komduk Bukan Hanya PWI, Masyarakat Samosir Angkat Suara: Ada Apa dengan Akses Wartawan di Festival Tao Toba Jou-Jou?

Kepolisian

Bukan Hanya PWI, Masyarakat Samosir Angkat Suara: Ada Apa dengan Akses Wartawan di Festival Tao Toba Jou-Jou?

badge-check


					Bukan Hanya PWI, Masyarakat Samosir Angkat Suara: Ada Apa dengan Akses Wartawan di Festival Tao Toba Jou-Jou? Perbesar

Bedahkasus.com, Samosir – Polemik pembatasan akses wartawan saat meliput Festival Tao Toba Jou-Jou 2026 di Waterfront City Pangururan, pada Sabtu (8/8/26), kini tidak hanya menjadi sorotan organisasi pers.

Suara masyarakat yang peduli terhadap dunia pemberitaan di Kabupaten Samosir turut mencuat,Senin (10/8/26).

Boris Situmorang, masyarakat sekaligus pegiat media sosial, mempertanyakan dasar aturan panitia maupun Event Organizer (EO) yang membatasi wartawan melakukan dokumentasi di sekitar area panggung.

“Kalau memang wartawan wajib terdaftar dan menggunakan badge, apa dasar aturannya?

Mengapa tidak disampaikan sejak awal kepada media?” ujar Boris.

Menurutnya, pembatasan demi keamanan dapat dipahami.Namun, aturan harus jelas, transparan dan diberlakukan secara sama.

“Jangan sampai wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik justru dibatasi, sementara pihak lain diperbolehkan mengambil dokumentasi. Ini yang perlu dijelaskan,” tegasnya.

Boris menilai persoalan tersebut bukan semata-mata kepentingan wartawan, tetapi juga menyangkut hak masyarakat memperoleh informasi.

“Wartawan adalah penyambung informasi kepada publik.Karena itu, mekanisme akses media harus jelas dan jangan sampai menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda,” pungkasnya.

Masyarakat Samosir berharap panitia dan EO segera memberikan penjelasan terkait aturan akses media serta menjadikan persoalan tersebut sebagai evaluasi agar peliputan kegiatan publik ke depan berlangsung lebih terbuka dan profesional.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Tangkap Enam Pelaku Curas yang Buntuti Nasabah Bank

10 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Hasil Olah Tkp Penembakan di Pintu Masuk FBLB, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan EG dan PN

10 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Polri Perkuat Layanan Publik yang Mudah, Cepat dan Responsif melalui SuperApp Polri

10 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Kapolri Tutup E-SPORTS Kapolri Cup 2026, Ajak Generasi Muda Jadi Duta Kamtibmas Dan Aktif Laporkan Gqngguan Ke 110

10 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Kamera Wartawan Dibatasi di Panggung, Bukan Hanya PWI: Masyarakat dan IWO Samosir Kini Angkat Suara

10 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Trending di Kepolisian