Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Status Tahanan Rumah Disorot, Kasus Nuriana Sinurat Kembali Dipertanyakan Presensi Ada, Tugas Dipertanyakan di RSUD Hadrianus Sinaga Eks Gudang Pengoplos LPG yang Pernah Digerebek Tim Gabungan BAIS Diduga Beralih Jadi Gudang Solar Subsidi Ilegal “Paripurna DPRD Samosir Mandek, Kursi Kosong Gagalkan Pembahasan APBD dan Ranperda Sampah” Dari Branding sampai Quality Control: Yang Sering Terlewat soal Seragam Perusahaan Rakerhut Situmorang Tantang Kepastian Hukum Dugaan Penyimpangan Samosir: Proses atau Hentikan!

Pemerintah

Berkomitmen Terus Melaju “MengEMASkan Indonesia”, Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026

badge-check


					Berkomitmen Terus Melaju “MengEMASkan Indonesia”, Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026 Perbesar

Bedahkasus .com, Medan – PT Pegadaian kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan mencatatkan kinerja positif hingga 30 April 2026. Melalui strategi bisnis yang adaptif, transformasi digital, serta ekspansi ekosistem emas yang agresif, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp4,38 triliun atau tumbuh 87,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp2,34 triliun.

Pertumbuhan signifikan tersebut turut tercermin dari peningkatan total aset Pegadaian yang kini mencapai Rp183,8 triliun, naik 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp117,8 triliun. Kenaikan aset itu ditopang oleh outstanding loan (OSL) gross yang melonjak menjadi Rp153,6 triliun atau tumbuh 58,8 persen dari Rp96,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Tidak hanya mencatat pertumbuhan bisnis yang agresif, Pegadaian juga menunjukkan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan pruden. Hal ini terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang turun signifikan dari 0,82 persen pada April 2025 menjadi 0,51 persen pada April 2026.

Pengelolaan portofolio yang solid juga berhasil mendorong peningkatan profitabilitas perusahaan. Rasio Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 7,49 persen, sementara Return on Equity (ROE) mencapai 29,72 persen.

Di sisi lain, efisiensi operasional perusahaan juga menunjukkan hasil positif. Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berhasil ditekan hingga 59,71 persen, menjadi salah satu capaian efisiensi terbaik Pegadaian dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian tersebut, terlebih di momentum ulang tahun Pegadaian yang kini memasuki usia 125 tahun.

“Tidak mudah menjaga konsistensi pertumbuhan selama lebih dari satu abad tanpa loyalitas dan kepercayaan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh nasabah yang terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial utama. Pencapaian ini juga merupakan hasil dedikasi seluruh Insan Pegadaian,” ujar Damar.

Menurutnya, di usia baru ini Pegadaian akan terus melakukan transformasi dengan menggabungkan inovasi digital dan kebutuhan nyata masyarakat. Kehadiran layanan Bulion serta kemudahan transaksi melalui aplikasi Tring! diharapkan menjadi motor baru investasi emas yang aman dan mudah diakses lintas generasi.

Sebagai bagian dari komitmen memperkuat ekosistem investasi emas nasional, Pegadaian juga resmi menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin operasional kegiatan usaha bulion atau Bank Emas dari Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion Nomor S-325/PL.02/2024.

Pemimpin Wilayah I Medan PT Pegadaian, Yohanis Wulang, mengatakan legalitas tersebut memungkinkan Pegadaian menghadirkan layanan Bulion Services terlengkap di Indonesia, mulai dari Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga Perdagangan Emas.

Menurutnya, Pegadaian memiliki kesiapan infrastruktur yang sangat memadai dalam mengoperasikan sistem Bank Emas. Selain sekitar 90 persen agunan gadai berupa emas, Pegadaian juga memiliki jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbesar di Indonesia.

“Emas terbukti menjadi aset safe haven yang paling diminati masyarakat. Dengan hadirnya layanan Bulion terintegrasi ini, kami optimistis dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional sekaligus mewujudkan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia,” tutup Yohanis.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presensi Ada, Tugas Dipertanyakan di RSUD Hadrianus Sinaga

29 Juli 2026 - 14:35 WIB

Satgas Pangan Polri Perkuat Swasembada Bawang Putih, Lahan Tanam di Sembalun Capai 534 Hektare

28 Juli 2026 - 08:02 WIB

Catar Kalteng Catat Jarak Lari Tertinggi pada Seleksi Tingkat Pusat Akpol 2026

28 Juli 2026 - 07:51 WIB

Seskab Teddy Spill Deretan Event Besar di Indonesia, Mulai dari Konser Musisi Dunia hingga MotoGP Mandalika

27 Juli 2026 - 14:13 WIB

Hotman Paris Menuai Kecaman Kalangan Pers DI Karenakan Celotehan nya Di Nilai Merendahkan Martabat Wartawan

20 Juli 2026 - 10:04 WIB

Trending di Pemerintah