Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Pentingnya Struktur Kode yang Rapi dalam Pengembangan Aplikasi Polres Sergai Kroscek Dugaan Togel dan Keterlibatan Oknum Anggota DPRD Polda Metro Jaya Kerahkan 10.121 Personel, 67 Ribu Penonton Hadiri FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Polda Metro Jaya Imbau Suporter Rayakan dengan Tertib Polda Metro Jaya Kedepankan Pelayanan Humanis dalam Penyampaian Pendapat Buruh di DPR/MPR RI Polisi Bagikan Snack dan Air Minum kepada Peserta Aksi dari Unsur Ojol di DPR

Kepolisian

Bukan Hanya PWI, Masyarakat Samosir Angkat Suara: Ada Apa dengan Akses Wartawan di Festival Tao Toba Jou-Jou?

badge-check


					Bukan Hanya PWI, Masyarakat Samosir Angkat Suara: Ada Apa dengan Akses Wartawan di Festival Tao Toba Jou-Jou? Perbesar

Bedahkasus.com, Samosir – Polemik pembatasan akses wartawan saat meliput Festival Tao Toba Jou-Jou 2026 di Waterfront City Pangururan, pada Sabtu (8/8/26), kini tidak hanya menjadi sorotan organisasi pers.

Suara masyarakat yang peduli terhadap dunia pemberitaan di Kabupaten Samosir turut mencuat,Senin (10/8/26).

Boris Situmorang, masyarakat sekaligus pegiat media sosial, mempertanyakan dasar aturan panitia maupun Event Organizer (EO) yang membatasi wartawan melakukan dokumentasi di sekitar area panggung.

“Kalau memang wartawan wajib terdaftar dan menggunakan badge, apa dasar aturannya?

Mengapa tidak disampaikan sejak awal kepada media?” ujar Boris.

Menurutnya, pembatasan demi keamanan dapat dipahami.Namun, aturan harus jelas, transparan dan diberlakukan secara sama.

“Jangan sampai wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik justru dibatasi, sementara pihak lain diperbolehkan mengambil dokumentasi. Ini yang perlu dijelaskan,” tegasnya.

Boris menilai persoalan tersebut bukan semata-mata kepentingan wartawan, tetapi juga menyangkut hak masyarakat memperoleh informasi.

“Wartawan adalah penyambung informasi kepada publik.Karena itu, mekanisme akses media harus jelas dan jangan sampai menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda,” pungkasnya.

Masyarakat Samosir berharap panitia dan EO segera memberikan penjelasan terkait aturan akses media serta menjadikan persoalan tersebut sebagai evaluasi agar peliputan kegiatan publik ke depan berlangsung lebih terbuka dan profesional.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kerahkan 10.121 Personel, 67 Ribu Penonton Hadiri FIFA ASEAN Cup 2026

6 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Polda Metro Jaya Imbau Suporter Rayakan dengan Tertib

6 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Polda Metro Jaya Kedepankan Pelayanan Humanis dalam Penyampaian Pendapat Buruh di DPR/MPR RI

6 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Polisi Bagikan Snack dan Air Minum kepada Peserta Aksi dari Unsur Ojol di DPR

6 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Aspirasi Disampaikan dengan Tertib, Polda Metro Jaya Apresiasi Massa Ojol

6 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Trending di Kepolisian