Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Siaga Tanpa Henti! Brimob Polda Sumut Kawal Ketat Arus Mudik Lebaran di Sibolga dalam Operasi Ketupat Toba 2026 Polda Sumut Tetapkan Eks Kepala Unit BNI Aek Nabara Tersangka Penggelapan Dana Jemaat Rp28 Miliar Pemuda Marga Silima Kota Medan Salurkan 2.000 Paket Sembako Sambut Idul Fitri Ramadan Penuh Berkah: STM Nasional Wartawan Santuni Puluhan Anak Yatim di Masjid Al-Ikhlas Marak Judi di Tandem Hilir, Publik Pertanyakan Langkah Nyata Kapolres Binjai Polisi Bongkar Penimbunan BBM Subsidi, Diduga sejumlah Kendaraan Jadi Barang Bukti

Kepolisian

Tiga Kawasan Paling Rawan Begal dan Rayap Besi, Kapolrestabes Bakal Gaspoll

badge-check


					Tiga Kawasan Paling Rawan Begal dan Rayap Besi, Kapolrestabes Bakal Gaspoll Perbesar

Bedahkasus.com, Medan -Kapolrestabes Medan, Komisaris Besar Polisi (KBP) Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan ada tiga wilayah hukum (wilkum) masing-masing polsek rawan kejahatan paling tinggi. Hal itu menjadi atensi dan keseriusan kapolrestabes serta meminta anggotanya jangan menunggu lama jika dapat informasi dari masyarakat.

“Ada kecamatan paling tinggi tindak pidana kejahatan begal. Ini jadi konsen kapolsek untuk kerjasama dengan pemerintah terkait. Khusus begal kecamatan paling tinggi adalah wilayah Percut Sei Tuan. Kapolsek Tembung ini PR anda! Ini bersama dengan kasatreskrim dan saya sendiri,” tegasnya.

“Kemudian Kecamatan Medan Selayang (wilkum) Polsek Sunggal dan (wilkum) Pancurbatu,” tambahnya.

Calvijn pun merinci tahapan ranking kejahatan di masing-masing polsek tersebut. Ia menyebut ranking pertama tindak pidana pencurian ‘rayap’ besi/ kayu diduduki wilkum Polsek Medan Tembung, kedua Kecamatan Medan Kota dan ketiga Kecamatan Medan Timur.

“Ada info dari masyarakat untuk jangan nunggu lama. Turun ke lapangan dan tindak tegas. Semua pelaku yang berani melawan petugas atau menyerang petugas, merusak fasilitas umum, agar ditangkap dan tindak tegas,” imbuhnya.

Calvijn juga menyebut kasus pidana ‘pompa’ atau penggunaan sabu paling tinggi di wilkum Polsek Medan Tembung, Medan Area dan Pancurbatu.

“Ini berpikir untuk kita ‘keroyok’ Polsek Medan Tembung dengan membackup Medan Tembung untuk ungkap kasus tiga tadi, begal, rayap besi/kayu, pompa. Ini PR kapolsek!” tegasnya.

Pamen Polri dengan pangkat tiga bunga melati emas di pundaknya itu menjelaskan penggunaan narkoba ‘pompa’ modus operasinya selama delapan hari pengungkapan terjadi di gang, jalan, pinggir sungai, rumah kosong dan barak narkoba.

“Kenapa saya kasih tahu, supaya kapolsek bisa melakukan koordinasi dengan stakeholder. Mungkin bisa pasang cctv di sini dan lain-lain,” pungkasnya.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siaga Tanpa Henti! Brimob Polda Sumut Kawal Ketat Arus Mudik Lebaran di Sibolga dalam Operasi Ketupat Toba 2026

19 Maret 2026 - 15:56 WIB

Polda Sumut Tetapkan Eks Kepala Unit BNI Aek Nabara Tersangka Penggelapan Dana Jemaat Rp28 Miliar

19 Maret 2026 - 15:52 WIB

Ramadan Penuh Berkah: STM Nasional Wartawan Santuni Puluhan Anak Yatim di Masjid Al-Ikhlas

18 Maret 2026 - 19:09 WIB

Kapolres Nias Selatan Cek Persiapan Pengamanan Sekaligus Pemberian Bingkisan Perayaan Idul Fitri 1447 H 2026 Di Kabupaten Nias Selatan

17 Maret 2026 - 16:38 WIB

Polda Sumut Bongkar Peredaran 29 Kg Sabu Jaringan Thailand, Dikendalikan WNI dari Luar Negeri

17 Maret 2026 - 14:34 WIB

Trending di Kepolisian