Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Imigrasi Belawan Kawal Deportasi Tiga WN China, Tegaskan Penegakan Hukum Keimigrasian Secara Profesional dan Humanis Imigrasi Belawan Perkuat Sinergi dengan Pendawa di Puncak Milad ke-27 Kapolres Binjai Pimpin Giat Audit dan Pengawasan SPPG di Sendang Rejo Diduga Bandar Sabu Diciduk di Warung, 4 Paket 0,65 Gram dan Timbangan Elektrik Diamankan Polres Samosir Buka Kartu! Narkoba, Illegal Logging, Pencurian hingga Dugaan Kejahatan Seksual Anak Diungkap Geger! Bus Wisatawan Masuk Permukiman Warga di Boho Samosir, 26 Penumpang Terluka

Pendidikan

Diduga Rusak Sebelum Lelang, Mobil Dinas DPRD Samosir Tuai Sorotan

badge-check


					Diduga Rusak Sebelum Lelang, Mobil Dinas DPRD Samosir Tuai Sorotan Perbesar

Bedahkasus.com, Samosir- Dugaan manipulasi aset negara kembali mencuat, kali ini datang dari lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Samosir.

Sebuah mobil dinas yang sebelumnya dalam kondisi layak pakai, diduga “dipreteli” dibongkar agar terlihat rusak dan bisa dilelang dengan harga murah,” Minggu (3/8/2025).

Informasi ini terungkap setelah mobil dinas yang sehari-hari digunakan oleh anggota DPRD tersebut tampak dalam kondisi tidak wajar menjelang proses lelang beberapa waktu lalu.

Padahal, kendaraan tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir yang rutin dirawat menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kami tahu mobil itu sebelumnya dalam kondisi bagus, rapi dan layak pakai. Tapi karena mau dilelang tiba-tiba dirombak (diubah). Supaya harganya jatuh,” ungkap salah satu staf DPRD Samosir kepada media, dengan syarat anonim.

Lebih lanjut, staf tersebut menyebutkan bahwa perombakan ( perubahan ) dilakukan secara diam-diam, dan keberadaan mobil sempat diketahui dibawa ke salah satu bengkel di wilayah Samosir.

Diduga kuat supir pribadi DPRD adalah sosok yang paling mengetahui detil proses perombakan (perubahan mobil)
tersebut.

“Ada ketakutan dari pegawai untuk bersuara. Banyak dari kami takut kehilangan pekerjaan, jadi memilih diam saja,” ujarnya.

Dugaan perusakan aset negara ini menuai keprihatinan publik, mengingat setiap pembelian dan perawatan mobil dinas dibiayai dari uang rakyat. Bila benar adanya maka tindakan tersebut tak hanya mencederai kepercayaan masyarakat, tetapi juga berpotensi melanggar hukum.

Sedangkan untuk mobil dinas tersebut belum diketahui secara pasti apakah itu milik ketua DPRD atau wakil ketua DPRD Kabupaten Samosir.

Hingga berita ini diturunkan,  pihak  DPRD kabupaten Samosir belum memberikan keterangan resmi.(Rps/tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Bandar Sabu Diciduk di Warung, 4 Paket 0,65 Gram dan Timbangan Elektrik Diamankan

22 September 2026 - 16:53 WIB

Dari Ruang Belajar Menuju Profesi, PERATIN Membuka Jalan bagi Calon Advokat Muda

16 September 2026 - 11:59 WIB

Strategi Pengiriman Barang dari Medan untuk Mendukung Distribusi Bisnis

14 September 2026 - 10:09 WIB

OTT KPK di Unsoed Momen KPK Telisik Kasus Dugaan Korupsi Obyek Kebondalem, Purwokerto

7 September 2026 - 11:26 WIB

Program MBG Polresta Deli Serdang Menjangkau Pelajar hingga Balita

29 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Trending di Pendidikan