Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Sistem APAR Modern Kini Dilengkapi Teknologi Monitoring untuk Meningkatkan Keamanan Operasional Gerebek Lapak Narkoba di Perbaungan, Satres Narkoba Polres Sergai Amankan Dua Pengedar MAKI Dukung Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara yang Diusut Kortastipidkor Polri Kortastipidkor Polri Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes Sinergi TNI, Polri dan Warga Perkuat Keamanan Malam, Koramil 01/Jatinegara Gelar Patroli Keliling Wilayah Bambang Rukminto Dorong Pengusutan Dugaan Korupsi DMO Batu Bara Dilakukan Secara Komprehensif

Pendidikan

Diduga Rusak Sebelum Lelang, Mobil Dinas DPRD Samosir Tuai Sorotan

badge-check


					Diduga Rusak Sebelum Lelang, Mobil Dinas DPRD Samosir Tuai Sorotan Perbesar

Bedahkasus.com, Samosir- Dugaan manipulasi aset negara kembali mencuat, kali ini datang dari lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Samosir.

Sebuah mobil dinas yang sebelumnya dalam kondisi layak pakai, diduga “dipreteli” dibongkar agar terlihat rusak dan bisa dilelang dengan harga murah,” Minggu (3/8/2025).

Informasi ini terungkap setelah mobil dinas yang sehari-hari digunakan oleh anggota DPRD tersebut tampak dalam kondisi tidak wajar menjelang proses lelang beberapa waktu lalu.

Padahal, kendaraan tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir yang rutin dirawat menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kami tahu mobil itu sebelumnya dalam kondisi bagus, rapi dan layak pakai. Tapi karena mau dilelang tiba-tiba dirombak (diubah). Supaya harganya jatuh,” ungkap salah satu staf DPRD Samosir kepada media, dengan syarat anonim.

Lebih lanjut, staf tersebut menyebutkan bahwa perombakan ( perubahan ) dilakukan secara diam-diam, dan keberadaan mobil sempat diketahui dibawa ke salah satu bengkel di wilayah Samosir.

Diduga kuat supir pribadi DPRD adalah sosok yang paling mengetahui detil proses perombakan (perubahan mobil)
tersebut.

“Ada ketakutan dari pegawai untuk bersuara. Banyak dari kami takut kehilangan pekerjaan, jadi memilih diam saja,” ujarnya.

Dugaan perusakan aset negara ini menuai keprihatinan publik, mengingat setiap pembelian dan perawatan mobil dinas dibiayai dari uang rakyat. Bila benar adanya maka tindakan tersebut tak hanya mencederai kepercayaan masyarakat, tetapi juga berpotensi melanggar hukum.

Sedangkan untuk mobil dinas tersebut belum diketahui secara pasti apakah itu milik ketua DPRD atau wakil ketua DPRD Kabupaten Samosir.

Hingga berita ini diturunkan,  pihak  DPRD kabupaten Samosir belum memberikan keterangan resmi.(Rps/tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mantan Penyidik KPK: Aktor Intelektual Korupsi Suplai Batu Bara Pemicu Blackout Listrik Harus Ditangkap

8 Juli 2026 - 23:01 WIB

Metro Jaya Gelar Randurlap, Bagikan Makanan Gratis Poldadi Bundaran HI

5 Juli 2026 - 18:54 WIB

Doa Lintas Agama Jadi Momentum Perkuat Sinergi Jelang HUT Bhayangkara ke-80 di Samosir

30 Juni 2026 - 12:50 WIB

Presiden KSBSI Elly Rosida Silaban Apresiasi Kepercayaan Publik terhadap Polri, Harap Tetap Menjadi Sahabat Buruh

30 Juni 2026 - 12:35 WIB

Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Dugaan Penyekapan di Mau Print Sesuai Prosedur

30 Juni 2026 - 12:31 WIB

Trending di Pendidikan