Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Strategi Pengiriman Barang dari Medan untuk Mendukung Distribusi Bisnis Polres Dairi Belum Sepenuhnya Membersihkan Aktivitas Perjudian yang Meresahkan Masyarakat, Ini Buktinya.. Antisipasi Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan Alvonso Manihuruk S.H., M.H. Resmi Dilantik Sebagai Kasi Pidum Kejari Belawan Aktivitas Perjudian Beroperasi di Deli Serdang Mendapat Lisensi Khusus dari Kapolresta Deli Serdang Kombes Hendria Lesmana ? Dugaan Pencemaran Lingkungan Pabrik Kelapa Sawit di Desa Sei Semayang Kembali Disoal, Bau Menyengat Mengganggu Aktivitas Belajar Sekolah

Pemerintah

Sebagai Pelayan Masyarakat di Tingkat Bawah, Rico Waas: Camat dan Lurah Tidak Bisa Lagi Jadi Raja Kecil Diwilayahnya

badge-check


					Sebagai Pelayan Masyarakat di Tingkat Bawah, Rico Waas: Camat dan Lurah Tidak Bisa Lagi Jadi Raja Kecil Diwilayahnya Perbesar

Bedahkasus.com, Medan – Pelayanan yang diberikan Pemko Medan ke masyarakat harus dapat diubah secara menyeluruh mulai dari tingkat bawah. Camat dan Lurah tidak bisa lagi menjadi raja kecil diwilayahnya, karena mereka merupakan pelayanan masyarakat di tingkatan bawah.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menjadi narasumber dalam Talkshow dengan tema ‘Apa dan Bagaimana Kota Medan Kedepannya di studio Radio Kardopa, Jalan Iskandar Muda, Jumat (23/5/25).

“Camat dan Lurah tidak bisa lagi menjadi raja kecil diwilayahnya, karena mereka itu pelayanan masyarakat. Jadi harus melayani secara langsung dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat”, kata Rico Waas.

Menurut Rico Waas, dirinya telah menyampaikan kepada Lurah dan Camat untuk bagaimana bisa menjadi saudara, orang tua, sahabat dan orang yang disayangi oleh masyarakat. Hal ini diperlukan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah di tengah mereka.

“Saya pernah mengetes dilapangan apakah masyarakat kenal dengan Camat dan Lurah mereka, jika tidak kenal maka Camat dan Lurah tersebut jarang turun kelapangan bertemu dengan masyarakat”, ujar Rico Waas.

Dijelaskan Rico Waas, Kota Medan kedepannya diharapkan dari struktur Pemko Medan bisa memberikan persepsi yang lebih baik di masyarakat. Tentunya kita mengetahui masih ada di masyarakat yang menganggap pemerintah ini sebagai momok dimana dianggap pemerintahan ini selalu begitu saja dari tahun ke tahun. Mulai dari tingkat lingkungan, Kelurahan dan Kecamatan sampai dengan tingkat Pimpinan Perangkat Daerah, dianggap begitu saja.

” Hal ini secara keseluruhan yang harus bisa diubah mulai dari tingkat pimpinan sampai dengan lingkungan agar bagaimana semuanya bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat”, Jelas Rico Waas.

Guna memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik, tambah Rico Waas pihaknya juga telah melakukan sidak ke kantor Camat dan Lurah. Dari sidak tersebut diketahui pelayanan apa yang kurang dan harus diperbaiki oleh aparatur Pemko Medan.

” Tentunya sidak ini bukan untuk mencari kesalahan ataupun memberi rasa takut tetapi sebagai bentuk rasa sayang kepada jajaran agar senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat”, ucap Rico Waas.

Terkait pembangunan Kota, Rico Waas menilai saat ini Kota Medan sudah berkembang. Sebagai kota ketiga terbesar masyarakat Kota Medan sudah berkembang termasuk pola pikirnya. Dengan perubahan yang ada adalah pastinya menjadi tantangan tersendiri.

“Sebagai Kota Multikultural dengan beragam kebudayaan tentunya dapat menjadi potensi di tengah tantangan yang ada dengan terus mengembangkan akar budaya dari masing-masing etnis. khususnya anak muda, apakah mereka mampu tidak melupakan akar budaya. Sebab sebuah kota akan disegani jika masyarakat memegang kuat akar budaya”, sebut Rico Waas.

Menyikapi permasalahan begal dan geng motor serta tawuran, Rico Waas menjelaskan perkembangan teknologi khususnya sosial media membuat generasi muda kita cepat mengikuti dan terpengaruh dengan apa yang mereka lihat tanpa berdiskusi dengan orang tua dan guru.

“Di tingkat lingkungan keluarga orang tua harus bisa memberikan pengayoman yang lebih kuat. Di tingkat sekolah guru harus dapat menjadi role model kedua setelah orang tua. Di sisi guru ini Pemerintah harus turun guna memberikan pemahaman terhadap guru dan pendidikan di sekolah”, pungkasnya.

Selain itu, Lanjut Rico Waas, untuk mengantisipasi begal, Pemko Medan saat ini menggalakkan Zero Lampu Padam. Dirinya sudah meminta Dinas Perhubungan untuk memastikan tidak ada lagi lampu penerangan jalan yang mati. Termasuk lampu yang ada di taman-taman kota.

“Sesuai dengan slogan Kota Medan yakni Medan Untuk Semua, kami Pemko Medan siap melayani masyarakat, dengan meningkatkan pendidikan dan meningkatkan pelayanan kesehatan serta ketersediaan lapangan pekerjaan”, pungkas Rico Waas.

(Ris).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Antisipasi Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan

10 September 2026 - 17:41 WIB

Relawan Kesehatan ProBIS Sumut Dorong Kolaborasi dengan Kanwil Ditjenpas, Fokus pada Kesehatan dan Kemandirian WBP

28 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Dari Kamar Mayat ke DANA: Narasumber Ungkap Cara Bayar Mobil Jenazah RSUD Samosir

28 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Lapor Bapak/Ibu Pemkab Samosir! Rumah Sudah Dibangun, Rp8 Juta Masih “OTW”?

26 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Direktur RSUD Samosir, Rp2,67 Miliar Sudah Berdiri: yang Diisolasi Pasien atau Gedungnya?

26 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Trending di Pemerintah