Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Sistem APAR Modern Kini Dilengkapi Teknologi Monitoring untuk Meningkatkan Keamanan Operasional Gerebek Lapak Narkoba di Perbaungan, Satres Narkoba Polres Sergai Amankan Dua Pengedar MAKI Dukung Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara yang Diusut Kortastipidkor Polri Kortastipidkor Polri Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes Sinergi TNI, Polri dan Warga Perkuat Keamanan Malam, Koramil 01/Jatinegara Gelar Patroli Keliling Wilayah Bambang Rukminto Dorong Pengusutan Dugaan Korupsi DMO Batu Bara Dilakukan Secara Komprehensif

HUKUM

Diduga Lahan Sawit BUMN di Kecamatan Panai Tengah Labuhanbatu Tak Terawat, Anggaran Sudah Cair Tak Kunjung Direalisasi Nol.

badge-check


					Diduga Lahan Sawit BUMN di Kecamatan Panai Tengah Labuhanbatu Tak Terawat, Anggaran Sudah Cair Tak Kunjung Direalisasi Nol. Perbesar

Bedahkasus.com, Labuhanbatu — Kondisi memprihatinkan terlihat di lahan perkebunan kelapa sawit milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kebun Panai Jaya yang terletak di Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara,” Kamis (24/7/2025).

Dari hasil pantauan wartawan di lapangan, sejumlah hamparan sawit tampak terlantar, tidak terawat, dan tertutup oleh semak belukar.

Pohon-pohon sawit yang seharusnya menjadi sumber produksi andalan terlihat tertutup rumput liar dan semak tinggi. Minimnya aktivitas perawatan menimbulkan pertanyaan besar terhadap pengelolaan kebun yang merupakan aset negara ini.

Pihak Kebun selaku Askep Akui: Anggaran Sudah Ada, Tapi Belum Direalisasikan*

Dalam upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada pihak pengelola belum lama ini, Asisten Kepala (Askep) tanaman di kebun tersebut membenarkan bahwa area yang ditemukan tidak terawat memang belum direalisasikan perawatannya untuk tahun 2025, meskipun anggarannya telah tersedia.

“Benar, untuk areal itu memang belum masuk jadwal realisasi. Tapi anggaran untuk kegiatan perawatan sudah ada,” ujar Askep kepada wartawan.

Namun tidak dijelaskan mengapa anggaran yang tersedia tidak segera digunakan, apalagi dengan kondisi lahan yang sudah tampak tidak produktif dan memprihatinkan.

Dalih Sulit Cari Pekerja. Pekerjaan Perawatan dilakukan Pihak Ketiga

Di tempat yang sama, seorang wanita diketahui merupakan Kerani I kantor Afd kebun tersebut menyebutkan bahwa , dikarenakan sulitnya mendapatkan tenaga kerja menjadi salah satu kendala utama belum terlaksananya perawatan.

“memang sekarang agak susah cari pekerja lapangan, mungkin bapak mau mencari pekerjanya” ujarnya singkat menawarkan kepada wartawan.

Di ketahui, seluruh kegiatan perawatan, termasuk pembersihan dan pemeliharaan tanaman, telah diserahkan kepada pihak ketiga (vendor). Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan pengawasan dan kontrol mutu yang lemah dari manajemen internal.

Aset Negara Terbengkalai, Siapa Bertanggung Jawab?

Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius dari publik: Mengapa anggaran sudah cair, tapi realisasi belum berjalan? Apakah ini bentuk kelalaian pengelola? Atau ada unsur pembiaran yang disengaja?

Jika dibiarkan terus, kondisi ini berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi negara, baik dari segi hilangnya potensi produksi Tandan Buah Segar (TBS) maupun biaya tambahan pemulihan lahan di masa depan.

Publik Menanti Tindakan Tegas dari Manajemen BUMN

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen pusat perusahaan BUMN yang menaungi Kebun Panai Jaya terkait temuan ini. Wartawan masih mencoba menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

(Sueb Lubis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MAKI Dukung Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara yang Diusut Kortastipidkor Polri

10 Juli 2026 - 10:28 WIB

Memutus Perkara, Padahal Diduga Masih Dalam Sanksi Non Palu Selama 6 Bulan, Oknum Hakim di PN Medan di Laporkan Ke Komisi Yudisial

9 Juli 2026 - 19:18 WIB

Belum Tuntas di Polres, Kini Muncul Dugaan Penggunaan Pin Berbeda oleh Seorang Anggota DPRD Samosir, Publik Pertanyakan Keberadaan Pin Emas Resmi

6 Juli 2026 - 21:12 WIB

Gudang Solar Misterius di Tengah Permukiman Manunggal, Warga Khawatir Ledakan

30 Juni 2026 - 10:36 WIB

Menjelang HUT Bhayangkara ke-80, Publik Menanti Ketegasan Pengusutan Polemik Pin Emas DPRD Samosir

29 Juni 2026 - 11:40 WIB

Trending di HUKUM