Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Plastik Kemasan: Pabrik Standing Pouch Terbaik di Indonesia dan Berkualitas Marak Judi “Ikan-Ikan” di Asahan, Kapolres Tegaskan Akan Selidiki dan Tindak Tegas “Bukan Sekadar Dipindahkan: Publik Tagih Tanggung Jawab atas 5 Tahun Pembiaran Mobil Patwal Samosir” Kapolda Sumut Diajak Warga Turun Ke Wilkum Polres Asahan, Ada Markas Perjudian dan Sarang Narkoba Kasus Penipuan Uang Ibu Rumah Tangga di Kampar Hulu Mandek, Korban Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku Remaja Asal Pekan Baru Tewas Tenggelam di Air Terjun Lubuk Tagaru

HUKUM

Kejari Nias Selatan Resmi Tetapkan 4 Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOS di SMKN 1 Teluk Dalam

badge-check


					Kejari Nias Selatan Resmi Tetapkan 4 Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOS di SMKN 1 Teluk Dalam Perbesar

Bedahkasus.com, Nias Selatan – Kejaksaan Negeri Nias Selatan menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK Negeri 1 Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan.

Penetapan tersangka diumumkan pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen, Alex Bill Mando Daeli, mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Edmond N. Purba.

Dalam kasus ini berkaitan dengan pengelolaan dana BOS sejak September 2023 hingga Juni 2025 dengan total anggaran sekitar Rp2,4 miliar.

Selanjutnya, dalam penyidikan ditemukan dugaan penyalahgunaan dana yang tidak sesuai aturan serta pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana anggaran sekolah.

Selain itu, penyusunan dokumen rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) diduga tidak melibatkan seluruh unsur sekolah sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Ia menambahkan, Modus Dugaan Korupsi
Penyidik menemukan adanya indikasi pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai prosedur. Kepala sekolah diduga mengarahkan pengadaan barang kepada toko milik suaminya, UD Delta Matius.

Bendahara sekolah diduga membantu pencairan dana menggunakan dokumen yang tidak sah. Sementara pemeriksa barang diduga menandatangani berita acara pemeriksaan tanpa melakukan pengecekan langsung. Pemilik toko diduga melakukan mark-up harga dan membuat nota pembelian fiktif.

Kerugian Negara
Berdasarkan audit dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp1,43 miliar.

Ke empat tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka dengan inisial BNW – Kepala Sekolah, HND – Bendahara Sekolah, SH – Pemeriksa Barang, YZ – Pemilik UD Delta Matius.

Para tersangka telah ditahan selama 20 hari sejak 18 Februari 2026 di Rutan Kelas III Teluk Dalam. Penyidik menyatakan tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka baru dalam kasus ini, “sebutnya.

(Riswan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Marak Judi “Ikan-Ikan” di Asahan, Kapolres Tegaskan Akan Selidiki dan Tindak Tegas

6 April 2026 - 17:05 WIB

Kapolda Sumut Diajak Warga Turun Ke Wilkum Polres Asahan, Ada Markas Perjudian dan Sarang Narkoba

4 April 2026 - 17:00 WIB

Kasus Penipuan Uang Ibu Rumah Tangga di Kampar Hulu Mandek, Korban Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

4 April 2026 - 13:01 WIB

Polisi Bongkar Penimbunan BBM Subsidi, Diduga sejumlah Kendaraan Jadi Barang Bukti

17 Maret 2026 - 17:16 WIB

Skandal Lingkungan? Gudang Oplosan Oli di Sidomulyo Diduga Beroperasi di Tengah Permukiman

17 Maret 2026 - 10:58 WIB

Trending di HUKUM