Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Sistem APAR Modern Kini Dilengkapi Teknologi Monitoring untuk Meningkatkan Keamanan Operasional Gerebek Lapak Narkoba di Perbaungan, Satres Narkoba Polres Sergai Amankan Dua Pengedar MAKI Dukung Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara yang Diusut Kortastipidkor Polri Kortastipidkor Polri Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes Sinergi TNI, Polri dan Warga Perkuat Keamanan Malam, Koramil 01/Jatinegara Gelar Patroli Keliling Wilayah Bambang Rukminto Dorong Pengusutan Dugaan Korupsi DMO Batu Bara Dilakukan Secara Komprehensif

HUKUM

Kejam !!! Febi Anak Keturunan Eks PKI Gagal Masuk Koprs Koward , RB Akan Dilaporkan Kepolda Sumut & Kodam Bukit Barisan Terkait 372 & 378 KUHP

badge-check


					Kejam !!! Febi Anak Keturunan Eks PKI Gagal Masuk Koprs Koward , RB Akan Dilaporkan Kepolda Sumut & Kodam Bukit Barisan Terkait 372 & 378 KUHP Perbesar

Bedahkasus.com, Medan – Akhirnya permasalahan dugaan penggelapan dan penipuan (372 & 378) yang  menimpa Febi ( 19 Tahun ) bakal dilaporkan ke Mapolda Sumatera Utara dan juga Kodam I Bukit Barisan , besok  tepatnya Rabu (24/09/2025).

Sebagimana diketahui Febi yang sangat ingin sekali dan bercita- cita ingin masuk Kowad (  Korps Wanita Angkatan Darat ) yaitu sebuah formasi resmi di lingkungan TNI Angkatan Darat yang beranggotakan perempuan untuk bertugas dalam berbagai bidang, seperti tempur, dukungan tempur, dan dukungan dinas, serta untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara pada Tahun 2023 yang lalu.

Sebelumnya Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengeluarkan aturan baru yang membolehkan anak keturunan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) ikut seleksi TNI. Selain itu Jenderal Andika juga menghapus beberapa tes sebagai syarat penerimaan prajurit TNI.

Aturan baru ini disampaikan langsung Jenderal Andika dalam rapat penerimaan prajurit TNI (Taruna Akademi TNI, Perwira Prajurit Karier TNI, Bintara Prajurit Karier TNI dan Tamtama Prajurit Karier TNI) tahun anggaran 2022

Disinilah momen keluarganya Febi mendaftarkan anaknya ke Kesatuan TNI sebagai wujud cintanya kepada NKRI. Namun cita-cita dan keinginan Febi dan keluarganya hancur karena diduga di tipu oleh inisial RB yang dengan percayadirinya mampu meluluskan Febi sebagai Koward karena mengklaim dirinya dekat dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat  saat itu dijabat oleh Bapak Dudung Abdurachman

Kasus ini bermula Tahun 2023 tepatnya bulan Juli , RB bertemu dengan Febi dan keluarganya berkat Mulya Koto, Aktivis Vokal Sumatera Utara yang juga Ketua Umum Lembaga Masyarakat Perjuangan Sumatera Utara ( MPSU ) di bandara Kuala Namu Deli Serdang saat RB yang dengan bangganya mengatakan bahwa dirinya saat itu juga mengurus orang yang juga akan masuk TNI

Kepada awak Media Mulya Koto mengatakan dan membenarkan pertemuan itu ada dan juga ada serah teriam uang kurang lebih 150 juta saat di Bandara Kualamu bulan Juli Tahuj 2023, dan berlanjut dengan kiriman uang berikutnya sesuai yang diminta RB dengan dalil untuk menutup kekurangan Febi dalam masa lastihan.

” Namun anehnya selembear kertas pun yang menandakan Febi itu di urus RB tidak terlihat dan tidak ada stempel dari kesatuan Koward ataupun TNI ” Ungkap Mulya Koto ,Rabu 24 Sepetember 2025

Masih kata Mulya Koto, keluarganya Febi sebenarnya tidak terima dengan perlakuan dan sikap RB yang tidak mau bertemu setelah pertemuan di bandara Kualanamu tersebut pasca tidak jelasnya status Febi di Koward sampai saat ini Tahun 2025. Padahal ratusan juta uang keluarga Febi habis karena telah menjual rumah, tanah, sawah demi Anaknya bisa masuk TNI

Sementara itu Mardianto yang juga sahabat dari Mulya Koto dan juga perwakilan keluarganya Febi mengatakan bahwa dirinya atasnama keluarga sepakat untuk menempuh jalur hukum dan akan melaporkan RB ke Mapolda Sumatera Utara serta Kodam I Bukit Barisan , Kamis 25 Sepetember 2025, karena Mulya Koto yang merupakan perwakilan dari Rizal sudah memyerah dan angkat tangan dengan sikap dan tingkah RB yang seperti tidak bersalah sama sekali.

” Hape nya bulak-balik mati, terus nggak mau ketemu sama kami, dan mengaanggap uang yang dia sudah cicil itu sudah cukup dan tidak memberatkannya yang akan kami sangkakan akan di jerat pasal 372 KUHP dan 378 KUHP, dan hampir 500 kali Mulya Koto menelpon dan memohon agar di cicil tanggung jawabnya namun enggak mau membalas dan hanya janji palsu saja ” Tegas Mardianto

 

Sebelum menutup konfirmasinya Mulya Koto berjanji dan akan pastikan RB itu akan muncul kepermukaan dan mempertanggungjawabkan semuanya dan laporan di Polda Sumatera  Utara dan Kodam Bukit Barisan nanti akan digiring oleh Lembaga MPSU dan kemungkinan akan menurunkan massa agar perkara ini cepat selesai sehingga tidak ada lagi korban dari Rizal yang lainnya .

” Seharusnya ini bangga ada Anak Keturunan Eks PKI masuk TNI jika dirinya banyak kenalan Petinggi TNI bukan malah menyakiti perasaan nya dan keluarganya , apa lagi RB ini kan bukan dari Kesatuan TNI Atau Polri hanya sipil.” Pungkas Mulya Koto .

Dilain sisi, media ini akan berupaya konfirmasi Inisial RB namun belum memberikan tanggapan untuk mengklarifikasi hal yang menimpa Febi terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang dialaminya(korban).

(Tim).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MAKI Dukung Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara yang Diusut Kortastipidkor Polri

10 Juli 2026 - 10:28 WIB

Memutus Perkara, Padahal Diduga Masih Dalam Sanksi Non Palu Selama 6 Bulan, Oknum Hakim di PN Medan di Laporkan Ke Komisi Yudisial

9 Juli 2026 - 19:18 WIB

Belum Tuntas di Polres, Kini Muncul Dugaan Penggunaan Pin Berbeda oleh Seorang Anggota DPRD Samosir, Publik Pertanyakan Keberadaan Pin Emas Resmi

6 Juli 2026 - 21:12 WIB

Gudang Solar Misterius di Tengah Permukiman Manunggal, Warga Khawatir Ledakan

30 Juni 2026 - 10:36 WIB

Menjelang HUT Bhayangkara ke-80, Publik Menanti Ketegasan Pengusutan Polemik Pin Emas DPRD Samosir

29 Juni 2026 - 11:40 WIB

Trending di HUKUM