Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Sistem APAR Modern Kini Dilengkapi Teknologi Monitoring untuk Meningkatkan Keamanan Operasional Gerebek Lapak Narkoba di Perbaungan, Satres Narkoba Polres Sergai Amankan Dua Pengedar MAKI Dukung Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara yang Diusut Kortastipidkor Polri Kortastipidkor Polri Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes Sinergi TNI, Polri dan Warga Perkuat Keamanan Malam, Koramil 01/Jatinegara Gelar Patroli Keliling Wilayah Bambang Rukminto Dorong Pengusutan Dugaan Korupsi DMO Batu Bara Dilakukan Secara Komprehensif

Kepolisian

Hujan Deras Picu Longsor Rumah Warga Pangkalan Koto Baru

badge-check


					Hujan Deras Picu Longsor Rumah Warga Pangkalan Koto Baru Perbesar

Bedahkasus.com, Limapuluh Kota — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana tanah longsor dan genangan air di sejumlah titik. Salah satunya menimpa rumah warga di Jorong Banjaranah, Nagari Pangkalan, pada Sabtu (28/12/2025).

Sebuah rumah milik warga bernama Anre mengalami kerusakan ringan pada bagian belakang bangunan. Material tanah akibat longsor terdorong masuk ke dalam rumah, diduga akibat tekanan tanah yang labil karena curah hujan yang cukup lebat.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik rumah dan warga sekitar, mengingat potensi longsor susulan masih bisa terjadi apabila hujan terus berlanjut.

Pihak keluarga dan warga setempat berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait untuk segera memberikan solusi, baik berupa penanganan darurat maupun perbaikan permanen pada titik longsor, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Tak hanya bencana longsor rumah warga, hujan deras juga menyebabkan genangan air di ruas Jalan Lintas Pangkalan–Kapur Sembilan, tepatnya di sekitar SD Negeri 03 Pangkalan.

Kondisi ini kerap terjadi saat hujan turun, sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan dan warga sekitar.

Warga menduga genangan air disebabkan oleh sistem drainase dan gorong-gorong yang tidak berfungsi maksimal. Selain itu, posisi bahu jalan yang terlalu rendah dinilai menjadi faktor utama air mudah meluap dan menggenangi badan jalan.

Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan instansi terkait dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan, khususnya pada saluran air dan ketinggian bahu jalan, agar permasalahan banjir tidak terus berulang.

“Harapan kami ada solusi terbaik dari pemerintah, baik untuk penanganan longsor rumah warga maupun pembenahan jalan dan drainase, demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujar salah seorang warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah konkret dari pihak berwenang untuk menanggulangi dampak bencana akibat curah hujan tinggi di wilayah tersebut.

(Dermawan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gerebek Lapak Narkoba di Perbaungan, Satres Narkoba Polres Sergai Amankan Dua Pengedar

10 Juli 2026 - 10:31 WIB

Kortastipidkor Polri Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes

10 Juli 2026 - 10:24 WIB

Bambang Rukminto Dorong Pengusutan Dugaan Korupsi DMO Batu Bara Dilakukan Secara Komprehensif

10 Juli 2026 - 10:19 WIB

Polda Metro Jaya Buka Kapolri Cup 2026, Dorong Anak Muda Berprestasi di Ruang Digital

10 Juli 2026 - 10:12 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap 2 Perkara TPPO di Lokasari dan Cibitung, 13 Tersangka Ditetapkan

10 Juli 2026 - 10:09 WIB

Trending di Kepolisian