Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Kejagung Limpahkan 2 Tersangka Kasus Satelit Kemhan, Salah Satunya Purnawirawan Bintang Dua Sentosa Satya : Supplier Pipa Baja Industri di Indonesia Brimob Polda Sumut Wujudkan Instruksi Presiden lewat Aksi Bersih Sungai Program Jaga Desa Diperkuat, Kejaksaan Gandeng ABPEDNAS Kawal Dana Desa Angin Segar untuk Petani, Rp 4,7 Miliar Digelontorkan, 120 Hektare Sawah di Nainggolan Segera Dialiri Air Diduga Picu Kriminalitas, Polres Deli Serdang Diharapkan Ambil Tindakan Tegas

Kepolisian

Hujan Deras Picu Longsor Rumah Warga Pangkalan Koto Baru

badge-check


					Hujan Deras Picu Longsor Rumah Warga Pangkalan Koto Baru Perbesar

Bedahkasus.com, Limapuluh Kota — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana tanah longsor dan genangan air di sejumlah titik. Salah satunya menimpa rumah warga di Jorong Banjaranah, Nagari Pangkalan, pada Sabtu (28/12/2025).

Sebuah rumah milik warga bernama Anre mengalami kerusakan ringan pada bagian belakang bangunan. Material tanah akibat longsor terdorong masuk ke dalam rumah, diduga akibat tekanan tanah yang labil karena curah hujan yang cukup lebat.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik rumah dan warga sekitar, mengingat potensi longsor susulan masih bisa terjadi apabila hujan terus berlanjut.

Pihak keluarga dan warga setempat berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait untuk segera memberikan solusi, baik berupa penanganan darurat maupun perbaikan permanen pada titik longsor, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Tak hanya bencana longsor rumah warga, hujan deras juga menyebabkan genangan air di ruas Jalan Lintas Pangkalan–Kapur Sembilan, tepatnya di sekitar SD Negeri 03 Pangkalan.

Kondisi ini kerap terjadi saat hujan turun, sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan dan warga sekitar.

Warga menduga genangan air disebabkan oleh sistem drainase dan gorong-gorong yang tidak berfungsi maksimal. Selain itu, posisi bahu jalan yang terlalu rendah dinilai menjadi faktor utama air mudah meluap dan menggenangi badan jalan.

Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan instansi terkait dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan, khususnya pada saluran air dan ketinggian bahu jalan, agar permasalahan banjir tidak terus berulang.

“Harapan kami ada solusi terbaik dari pemerintah, baik untuk penanganan longsor rumah warga maupun pembenahan jalan dan drainase, demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujar salah seorang warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah konkret dari pihak berwenang untuk menanggulangi dampak bencana akibat curah hujan tinggi di wilayah tersebut.

(Dermawan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Brimob Polda Sumut Wujudkan Instruksi Presiden lewat Aksi Bersih Sungai

14 Februari 2026 - 18:17 WIB

Respons Cepat & Patroli Intensif, Polsek Tanjung Morawa Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan Wilayah

11 Februari 2026 - 13:55 WIB

Edukasi dan Himbauan Masif Jadi Kunci, Sepekan Operasi Keselamatan Toba 2026 Tunjukkan Tren Positif

9 Februari 2026 - 14:14 WIB

Satgas Pangan Polda Sumut Bersama Bapanas RI Sidak Pusat Pasar Medan, Pastikan Stok dan Harga Bapokting Aman

6 Februari 2026 - 17:31 WIB

Polda Sumut Resmikan SPPG Polres Madina, Dukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden

6 Februari 2026 - 17:27 WIB

Trending di Kepolisian