Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Polri Gelar Apel Serentak Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Seluruh Indonesia Kolaborasi Strategis Polri dan Kemenkeu dalam Persiapan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatan ke-280 Dari Dongeng hingga Cita-Cita, Kapolri Beri Ruang Anak untuk Berkarya Polisi bagi Anak-Anak: Hadir, Menolong, Melindungi Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat, Wujud Komitmen Polri Dorong Kreativitas dan Inovasi Kunjungan Kehormatan Walikota Depok ke Mako Korsabhara Baharkam Polri: Perkuat Sinergi dan Saksikan Ketangkasan Pasukan Khusus

Kepolisian

Polisi bagi Anak-Anak: Hadir, Menolong, Melindungi

badge-check

Bedahkasus.com, Jakarta – Tiga anak menyampaikan pandangan sederhana namun bermakna tentang sosok polisi saat berkesempatan berdialog dan mendongeng di hadapan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Selasa (11/8/2026).

Melalui tiga cerita berbeda, Faiha Samaira Khansa, Violina Firdausa, dan Gilang menggambarkan polisi dari sudut pandang yang dekat dengan kehidupan anak-anak: sosok yang memberikan pertolongan ketika menghadapi kesulitan, menghadirkan rasa aman, serta dapat dipercaya ketika membutuhkan perlindungan.

Faiha mengangkat perubahan pandangan seorang anak yang semula takut kepada polisi hingga akhirnya merasa aman setelah mendapat pertolongan. Pesan tersebut menunjukkan bahwa kedekatan dan tindakan nyata dapat mengubah rasa takut menjadi kepercayaan.

“Pak Polisi itu bukan untuk ditakuti. Pak Polisi tugasnya menjaga kita semua agar selamat di jalan raya,” ujar Faiha.

Sementara itu, Vio memaknai polisi melalui keberanian dan kepedulian terhadap sesama. Melalui tokoh anak perempuan yang bercita-cita menjadi polisi, ia menunjukkan bahwa keberanian bukan hanya tentang kekuatan, tetapi juga kemauan untuk menolong orang lain. Vio sendiri dengan mantap menyampaikan cita-citanya untuk menjadi polisi.

Adapun Gilang menempatkan polisi sebagai sosok yang dapat dipercaya ketika seorang anak berada dalam kesulitan. Ceritanya juga membawa pesan mengenai perlindungan anak dan pentingnya edukasi keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

Ketiga cerita tersebut memperlihatkan satu pesan penting: *bagi anak-anak, citra polisi terbentuk dari pengalaman dan tindakan yang mereka rasakan secara langsung. Kehadiran, kepedulian, serta cara polisi memperlakukan masyarakat menjadi dasar tumbuhnya rasa aman dan kepercayaan.*

Kapolri pun tidak hanya mendengarkan cerita mereka, tetapi turut berbincang mengenai sekolah, keluarga, dan cita-cita masing-masing. Saat mengetahui ibunda Vio sedang sakit, Kapolri menyampaikan doa agar segera diberikan kesembuhan sekaligus memberikan semangat kepada ketiganya untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

Momen tersebut menunjukkan pentingnya membangun hubungan Polri dengan anak-anak melalui pendekatan yang humanis dan penuh perhatian. Sebab, *kepercayaan terhadap polisi tidak hanya dibangun ketika seseorang telah dewasa, tetapi dapat tumbuh sejak dini melalui pengalaman positif bersama anggota Polri.*

(Julius).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polri Gelar Apel Serentak Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Seluruh Indonesia

13 Agustus 2026 - 10:51 WIB

Kolaborasi Strategis Polri dan Kemenkeu dalam Persiapan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatan ke-280

13 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Dari Dongeng hingga Cita-Cita, Kapolri Beri Ruang Anak untuk Berkarya

13 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat, Wujud Komitmen Polri Dorong Kreativitas dan Inovasi

13 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Polda Metro Jaya Mulai Ekshumasi Jenazah S di Banyumas, Libatkan Tim Ahli Forensik

12 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Trending di Kepolisian