Bedahkasus.com, Medan – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumut menggeruduk Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara.
Kehadiran para mahasiswa ini mendesak agar Polda Sumatera Utara menyelidiki dugaan keterlibatan GM PLN UID Sumut atas maraknya dugaan pencurian arus listrik yang dipasok ke tambang Bitcoin yang tersebar di Kota Medan dan Deli Serdang.
Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumut Rahmat Situmorang terdapat kejanggalan tentang temuan dilapangan tentang pencurian arus listrik tambang bitcoin yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Rahmat Situmorang menyinggung adanya dugaan keterlibatan oknum PLN Sumut dalam memuluskan pencurian arus listrik tambang bitcoin. Hal ini dapat diketahui dari aksi pertama yang digelar beberapa waktu lalu. Diduga usai dilakukan aksi, sejumlah titik yang terpasang kabel listrik dari tiang PLN diduga diputus.
” Ini artinya apa? kita lakukan demonstrasi dan ramai disorot media massa, lantas tak lama berselang kabel yang sebelumnya tersambung ke tiang listrik diputus. Siapa yang menyambung kabel listrik langsung ke tiang tanpa meteran? dan siapa pula yang memutus? ” tandas Rahmat Situmorang, Kamis (06/08/2026)
Rahmat Situmorang juga membandingkan dengan kasus yang serupa pada tahun 2023 silam dimana Polda Sumut gerak cepat menyelamatkan kerugian negara. Lantas kenapa hingga beberapa kali kita berorasi di Mapolda Sumut ini seolah berat untuk menegakkan aturan hukum ini ujarnya.
” Pada tahun 2023 silam, Polda Sumut ada mengungkap kasus pencurian arus listrik yang diperkirakan merugikan negara belasan miliar rupiah. Persoalan serupa terulang kembali dan belum kita lihat ketegasan dalam penegakan maupun penindakan hukum ” tandas Rahmat Situmorang.
Untuk itu, LMND Sumut dengan tegas
mendesak Polda Sumut mengusut tuntas dugaan pencurian arus listrik dan
mendesak Polda Sumut menangkap DPO A. Sitorus. Dan juga mendesak Polda Sumut menangkap terduga pelaku pencurian arus listrik di ULP Medan Sunggal pekiknya di halaman Mapolda Sumut itu.
Aksi demonstrasi sempat tegang dipicu adanya seorang anggota Polisi yang mencoba menghalau aksi untuk keluar dari gerbang.
Sikap personil Polisi yang terkesan melarang menyuarakan aspirasi itu pun sempat diwarnai adu argumen. Kehadiran mahasiswa sebelumnya telah mengikuti prosedur dan memberikan surat pemberitahuan sebelum diadakannya aksi di Mapolda Sumut.
Diberitakan sebelumnya, aksi serupa juga dilancarkan sejumlah Aliansi Mahasiswa melakukan unjuk rasa di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara (Sumut).
Kehadiran para Mahasiswa di Kantor PLN Sumut itu, menyoroti sejumlah persoalan pelayanan listrik kepada masyarakat di daerah Sumatera Utara khususnya, mencuat dugaan keterlibatan oknum PLN UID Sumut dengan oknum penambang bitcoin.
Hal ini terungkap dari hasil investigasi kru media ini yang mendapati kabel yang dulunya tersambung diduga tanpa meteran pencatat Kwh listrik di Jalan Medan – Binjai Kilo Meter 11, kini kabel hitam ukuran besar tersebut telah dicopot.
Dilokasi seorang warga yang berprofesi sebagai tukang becak dimintai keterangan mengenai hilangnya kabel besar yang sebelumnya tersambung ke tiang listrik tersebut mengatakan kabel dicabut oleh tukang PLN.
” Ya dicabut tukang PLN lah bang, gak mungkin warga yang gak mengerti listrik manjat tiang listrik ini, bisa gosonglah kita ” ujarnya.
Hilangnya kabel yang telah tersambung tanpa meteran listrik tersebut telah menambah catatan hitam tentang pelayanan kelistrikan di Sumatera Utara ini.
Temuan ini sekaligus mempertegas aspirasi aliansi Mahasiswa beberapa waktu lalu yang menuntut agar Jenderal Manager PLN UID Sumut dicopot dari jabatannya.
Dikonfirmasi terpisah, Darma Saputra (Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara) akan tetapi konfirmasi wartawan belum terjawab hingga berita ini diterbitkan oleh Redaksi.
Tuntuntan aliansi Mahasiswa sebelumnya didasari pemadaman listrik beberapa waktu lalu yang dianggap masyarakat sebagai bentuk kelalaian pihak PLN, namun hingga saat ini belum ada bentuk pertanggungjawaban yang nyata berupa dispensasi yang diberikan kepada masyarat.
Tidak hanya itu, disampaikan oleh Sekretaris Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumut Rahmat Situmorang bahwa, terdapat sejumlah titik dugaan pencurian arus listrik yang dipasok ke tambang bitcoin yang merugikan keuangan negara, namun diduga oknum pihak PLN sengaja menutupi persoalan tersebut.
” Kita secara tegas meminta pihak PLN UID Sumut untuk menindaklanjuti tuntutan dari kami yaitu melakukan investigasi di beberapa titik dugaan pencurian arus listrik yang telah kami sertakan dan berkoordinasi dengan APH untuk memberikan tindak lanjut hukum yang berarti” tandas Rahmat Situmorang.
Aksi Mahasiswa ini juga menuntut pihak PLN UID Sumut untuk bertanggung jawab secara moril maupun materil terkait dampak pemadaman listrik total (Blackout).
” Dengan memberikan kompensasi terhadap pelaku usaha yang terdampak akibat pemadaman listrik total (Material) dan mendesak UID PLN Sumut untuk mundur dari jabatannya (Moril) ”
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aksi tersebut sempat kecewa atas lambatnya pihak PLN UID Sumut merespon dan menemui mahasiswa tersebut hingga sempat terjadi dorong – dorong pagar hingga pembakaran ban tepat di pintu gerbang PLN UID Sumut.
Sementara itu, perwakilan PLN UID Sumatera Utara, yang belakangan menemui aksi massa mengatakan apresiasi terhadap kegiatan demonstrasi yang dilakukan di depan kantor UID PLN.
Menurutnya, pihaknya akan menindak tegas para terduga pelaku pencurian arus listrik dan menyarankan untuk memberikan bukti foto dan videonya ujarnya kepada kelompok aksi.
Sementara itu, terkait blackout menurutnya pihak PLN Pusat telah melakukan tindakan sesuai prosedur perundang undangan, dan masih diproses mengenai blackout, katanya menjawab aksi tersebut.
Dilain sisi, hasil investigasi kru media ini sebelumnya, tambang bitcoin yang diduga mencuri arus listrik ditemukan di Jalan Binjai Km 11 dan 14, Jalan Gaperta, Klambir V dan di Kawasan Jalan Danau Singkarak, Kota Medan.
Jalan Setia Budi Pasar II, Jalan Setia Luhur (Plaza milenium) Jalan Masjid Setia Budi, Jalan Gaperta, Klambir V, Jalan Medan-Binjai, Jalan Swadaya Kampung Lalang, Jalan Jamin Ginting (Dekat simpang tuntungan).
Selanjutnya, juga di temukan pengoperasian tambang bitcoin diduga mencuri arus listrik di Amplas tepatnya di sekitaran SMK Taruna Tekno Nusantara, Kelurahan Tanjung Rejo Sunggal, Jalan Petunia IV.
Berlanjut di Jalan kapten Sumarsono serta di Pasar 12 Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Pasar 12 Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, dan di Jalan Sei Rotan/Jalan Medan Batang Kuis, serta yang berada di Jalan Pendidikan Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Ironisnya, pasca disorot publik, pihak ULP PLN Medan Sunggal mengaku telah menindak aliran listrik ke Rumah Toko (Ruko) yang berada persis disamping Plaza Milenium yang diduga dipasok ke tambang bitcoin. Akan tetapi, temuan penyelewengan arus listrik itu, hanya berakhir pada pemutusan arus aliran listrik saja tanpa kejelasan mengenai siapa dalang pencurian arus listrik serta sejauh mana pertanggungjawaban bagi oknum yang kepergok mencuri arus listrik tersebut.
Sebagaimana diutarakan oleh Manager ULP Medan Sunggal Elis Nainggolan diwakilkan oleh Team Leader bernama Evriadi mengenai dugaan pencurian arus listrik yang berada di Jalan Setia Luhur, Kapten Muslim, tepatnya di Rumah Toko (Ruko) samping Plaza Milenium mengatakan sudah dua kali melakukan pemutusan arus listrik, dan setelah ramai pemberitaan dilakukan pemutusan arus listrik kembali untuk yang ketiga kalinya.
” Sudah dua kali kami kesana, kemarin itu memang infonya ada penyambungan arus listrik tanpa meteran. Pas kesana itu gak ada orang disana, bahkan sebelum lebaran juga kami sudah kesana tapi belum nyambung. Kalau terbukti, pasti akan kami tindak. Ada sanksi dan denda sesuai aturan,” tegasnya kepada kru media ini.
Keterangan ULP PLN Medan Sunggal tersebut diperkuat oleh pernyataan seorang sekuriti yang enggan dicatut namanya dalam pemberitaan yang menyaksikan pemutusan arus listrik tersebut membeberkan bahwa benar petugas PLN memutus kabel listrik ke dalam Ruko tersebut.
” Ada ramai kemarin pemutusan arus listrik itu, ada pihak PLN ada juga berseragam Polisi disitu, dengar – dengar mencuri arus listrik ” ujar sumber mengenakan seragam security itu.
(Red/TIM).










