Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Kepastian Hukum Kasus Pin Emas DPRD Samosir Diuji, Pengamat Minta Penanganan Transparan Aroma Solar Menyengat dari Gudang di Manunggal, Dugaan Penimbunan BBM Subsidi Jadi Sorotan Ditengah Kelangkaan BBM, Diduga Gudang Penimbunan Solar Subsidi Beroperasi di Labuhan Deli Euforia Perempat Final Piala Dunia 2026, Jajaran Kodim 0501/Jakarta Pusat Pererat Kebersamaan Melalui Nobar Bersama Masyarakat Undercover Buy, Satnarkoba Polres Sergai Tangkap Pengedar Sabu di Pantai Cermin Team GAMA Polres Sergai Raih Juara II Turnamen Esport Kapolri Cup Polda Sumut

Pendidikan

Kapolda Sumut Minta Pengamanan Objek Wisata Dimaksimalkan, Jalur Rawan Macet Harus Siap Hadapi Arus Balik

badge-check


					Kapolda Sumut Minta Pengamanan Objek Wisata Dimaksimalkan, Jalur Rawan Macet Harus Siap Hadapi Arus Balik Perbesar

Bedahkasus.com, Medan – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025 dalam Anev Operasi Ketupat Toba yang digelar Jumat (4/4/2025) di Mapolda Sumut.

Dalam Anev yang diikuti oleh Kompolnas RI (melalui zoom), Wakapolda, dan jajaran Kapolres se-Sumut itu, Kapolda menginstruksikan kepada para Kapolres yang wilayahnya memiliki objek wisata untuk meningkatkan pengamanan, mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat di masa libur Lebaran.

“Karo Ops agar pastikan seluruh Kapolres di daerah wisata maksimalkan pengamanan. Ini saat meningkatnya kunjungan masyarakat, harus kita antisipasi dengan optimal,” ujar Irjen Pol Whisnu.

Selain itu, jalur rawan macet juga menjadi perhatian. Kapolda meminta koordinasi intensif dengan pihak Dinas Perhubungan dan Satpol PP, serta memastikan kesiapan sarana prasarana penerangan di lapangan.

Tak hanya itu, Kapolda juga meminta Kabid Humas untuk gencar mengekspos kegiatan anggota selama operasi berlangsung, baik melalui media konvensional maupun media sosial seperti TikTok dan Instagram.

“Informasi yang aktif akan membangun kepercayaan masyarakat. Apa yang kita lakukan di lapangan harus diketahui publik,” ungkapnya.

Kapolda turut menyoroti potensi dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh sejumlah pengusaha di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil. Ia meminta jajaran Kapolres melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak sosial yang mungkin timbul.

“Kita tidak ingin situasi ekonomi memicu gejolak. Monitor harga, koordinasi dengan Pemda, dan pantau dinamika di masyarakat,” pungkasnya.

(Ris).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mantan Penyidik KPK: Aktor Intelektual Korupsi Suplai Batu Bara Pemicu Blackout Listrik Harus Ditangkap

8 Juli 2026 - 23:01 WIB

Metro Jaya Gelar Randurlap, Bagikan Makanan Gratis Poldadi Bundaran HI

5 Juli 2026 - 18:54 WIB

Doa Lintas Agama Jadi Momentum Perkuat Sinergi Jelang HUT Bhayangkara ke-80 di Samosir

30 Juni 2026 - 12:50 WIB

Presiden KSBSI Elly Rosida Silaban Apresiasi Kepercayaan Publik terhadap Polri, Harap Tetap Menjadi Sahabat Buruh

30 Juni 2026 - 12:35 WIB

Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Dugaan Penyekapan di Mau Print Sesuai Prosedur

30 Juni 2026 - 12:31 WIB

Trending di Pendidikan