Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Kejari Samosir Buka Babak Baru, Tiga Dugaan Penyimpangan di Sekretariat DPRD Masuk Tahap Puldata dan Pulbaket Ditengah Krisis Pasokan BBM di Medan, Ditemukan Dugaan Penimbunan Minyak Bersubsidi, Polres Belawan Masih Enggan Menanggapi ! Peduli Kesehatan Warga, Koramil 02/Matraman Gelar Bakti Kesehatan Teritorial Antisipasi Kelangkaan dan Antrean BBM, Polres Serdang Bedagai Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Aktivis Pemuda Papua Dorong Dialog dan Penegakan Hukum Berjalan Beriringan di Papua Polsek Binjai Bersama Tokoh Agama dan Masyarakat Grebek Sarang Narkoba di Tandem Hilir

Kepolisian

Antisipasi Kelangkaan dan Antrean BBM, Polres Serdang Bedagai Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral

badge-check


					Antisipasi Kelangkaan dan Antrean BBM, Polres Serdang Bedagai Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Perbesar

Bedahkasus.com, Sergai – Menyikapi dinamika pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumatra Utara, Kepolisian Resor (Polres) Serdang Bedagai menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral pada Rabu (15/7/2026) siang.

Rapat yang berlangsung secara virtual melalui sarana Zoom Meeting di Aula Patriatama Polres Serdang Bedagai ini dipimpin langsung oleh Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Jhon Sitepu, S.I.K., M.H.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres, para Kapolsek, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Serdang Bedagai, serta para pengelola SPBU di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai.

Dalam paparan Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Sumut, terungkap sejumlah faktor utama yang menjadi pemicu terjadinya antrean kendaraan di SPBU. Masalah utama bersumber dari hulu hingga hilir, di antaranya:
* Kendala Operasional Terminal BBM: Adanya penyesuaian operasional di fuel terminal akibat gangguan tenaga kerja, sehingga pasokan dikirim secara bertahap dan tidak mampu memenuhi volume permintaan harian SPBU secara penuh.
* Krisis Pengemudi Truk Tangki: Terjadi pengurangan jumlah armada akibat tindakan tegas (pemberhentian) terhadap sejumlah pengemudi truk tangki yang melakukan pelanggaran.
* Kapasitas Pelayanan SPBU: Banyak SPBU hanya mengoperasikan satu unit dispenser dengan petugas terbatas. Hal ini diperparah oleh sempitnya area SPBU yang kerap tertutup oleh kendaraan besar, serta adanya pembatasan jam operasional yang memicu penumpukan kendaraan sebelum SPBU dibuka.

Dampak dari kondisi ini sangat dirasakan oleh masyarakat, mulai dari kemacetan lalu lintas yang memanfaatkan badan jalan, kerugian waktu dan materi bagi pengemudi angkutan umum serta ojek daring, hingga potensi terhambatnya arus logistik barang.

Guna mengatasi persoalan ini, pihak Pertamina telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mempercepat pemulihan stok di Sumatra Utara. Pertamina menambah pasokan cadangan (supply) yang disokong dari Fuel Terminal Kisaran, Siantar, dan IT Lhokseumawe.
Selain itu, Pertamina mengerahkan tambahan 30 unit armada tangki cadangan (Spot Charter) dan memprioritaskan distribusi ke jalur-jalur logistik utama serta melakukan penebalan stok (build-up stock) di SPBU strategis sepanjang jalur lintas Sumatra.

Di sisi lain, Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Polda Sumut) melalui Karo Ops melaporkan bahwa dari total 324 titik SPBU di Sumut, terdapat 125 SPBU yang terdampak kelangkaan, di mana 15 titik berada di wilayah Serdang Bedagai. Kendati demikian, situasi keamanan di wilayah Serdang Bedagai secara umum dilaporkan masih dalam kategori aman dan kondusif.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Jhon Sitepu, S.I.K., M.H., menekankan pentingnya kerja sama yang solid antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan para pengusaha SPBU. Beliau meminta para pengelola SPBU untuk mengatur jalannya antrean agar tidak menimbulkan kemacetan di jalan umum yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.

“Kami meminta kerja sama yang kooperatif dari pihak pemilik dan pengelola SPBU. Jika di lapangan terjadi kepadatan yang berpotensi menimbulkan kemacetan parah atau gesekan antarpengendara, segera hubungi Call Center Kepolisian 110 agar personel kami dapat segera turun memberikan pengamanan,” tegas Kapolres

Lebih lanjut Kapolres, menyampaikan komitmen kepolisian dalam mengawal stabilitas pendistribusian BBM di wilayahnya.

“Polres Serdang Bedagai bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan dan pengamanan secara melekat di setiap SPBU yang ada di wilayah hukum kami. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying), karena pasokan BBM terus diupayakan normal kembali oleh Pertamina,” Tambahnya.

Kemudian, mengingatkan para pengelola SPBU untuk memberikan transparansi informasi kepada konsumen.

“Kami menyarankan agar SPBU memasang plang informasi atau pemberitahuan yang jelas mengenai ketersediaan stok atau jam operasional. Langkah ini penting guna mengedukasi masyarakat, menghindari kesalahpahaman, dan menjaga situasi kamtibmas di Serdang Bedagai tetap sejuk dan kondusif,” tutupnya.

( Gayus HTB ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polsek Binjai Bersama Tokoh Agama dan Masyarakat Grebek Sarang Narkoba di Tandem Hilir

17 Juli 2026 - 11:24 WIB

Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Layanan 110 dan Command Center, Tekankan Kecepatan Respons Jadi Ukuran Pelayanan Polri

17 Juli 2026 - 11:21 WIB

KAPOLRES BINJAI BERSAMA PJU GELAR KUNJUNGAN SILATURAHMI KE KANTOR WALIKOTA BINJAI

17 Juli 2026 - 11:19 WIB

Koramil 03/Pasar Rebo–Ciracas Gelar Nobar Sepak Bola Gembira Bersama Warga

16 Juli 2026 - 16:37 WIB

Kapolri Serap Aspirasi Pecalang dan Ojek Online, Perkuat Kemitraan Jaga Bali Tetap Aman dan Nyaman

16 Juli 2026 - 16:34 WIB

Trending di Kepolisian