Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Operasi Gabungan Imigrasi Belawan Temukan WNA dengan Beragam Izin Tinggal Tim Sergap Polres Asahan Amankan 10 Remaja Diduga Hendak Tawuran, Sajam dan 6 Sepeda Motor Diamankan Respons Cepat Polda Sumut, 96 Kasus Curas-Curat Terungkap dalam Tiga Hari di Sumut Sat PJR Induk Sumbar 2 Gencarkan Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas, Ajak Masyarakat Jadikan Tertib sebagai Budaya Kualitas Udara Memburuk, Pengendara Diimbau Gunakan Masker dan Tingkatkan Kewaspadaan Ditlantas Polda Sumbar Gelar Aksi Donor Darah Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

advertorial

Sembuh Secara Medis, Terluka Secara Ekonomi: Potret Pilu Pasien Kurang Mampu

badge-check


					Sembuh Secara Medis, Terluka Secara Ekonomi: Potret Pilu Pasien Kurang Mampu Perbesar

Bedahkasus.com, Samosir– Di tengah upaya pemerintah memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, persoalan biaya pengobatan masih menjadi kenyataan yang dihadapi sebagian warga kurang mampu,Senin(15/6/26).

Ironisnya, ketika pasien telah dinyatakan membaik dan diizinkan pulang oleh dokter, persoalan ekonomi justru menjadi beban baru bagi keluarga.

Pasien yang telah menyelesaikan perawatan masih dihadapkan pada kewajiban administrasi yang belum dapat dipenuhi akibat keterbatasan biaya.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan, mengingat kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang seharusnya dapat diakses tanpa membedakan kemampuan ekonomi.

Fenomena tersebut menjadi gambaran bahwa setelah berhasil melawan penyakit, sebagian masyarakat masih harus berjuang menghadapi tekanan finansial yang tidak ringan.

Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, biaya perawatan dapat menjadi persoalan yang jauh lebih berat dibandingkan proses pengobatan itu sendiri.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menegaskan pentingnya penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan dan kepentingan pasien.

Karena itu, sinergi antara rumah sakit, pemerintah daerah, Dinas Sosial, dan BPJS Kesehatan sangat dibutuhkan untuk memastikan masyarakat tidak mampu memperoleh solusi atas persoalan pembiayaan.

Masyarakat berharap kehadiran negara tidak hanya dirasakan saat pelayanan medis diberikan, tetapi juga dalam memberikan perlindungan bagi warga yang mengalami kesulitan ekonomi.

Sebab, ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan bukan hanya terletak pada kesembuhan pasien, melainkan juga pada sejauh mana nilai kemanusiaan tetap dijunjung tinggi.

Sebab, tidak seharusnya seseorang yang telah sembuh dari penyakit justru harus terluka oleh beban ekonomi yang tidak sanggup dipikul keluarganya.

(Rps).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Branding sampai Quality Control: Yang Sering Terlewat soal Seragam Perusahaan

29 Juli 2026 - 11:55 WIB

Ekspedisi Surabaya Makassar Termurah, Aman, Cepat Bersama CV Fio Trans Cargo

22 Juli 2026 - 10:04 WIB

Liburan ke Korea Saat Musim Gugur? Ini Rute Seoul–Nami–Everland yang Paling Sering Dipilih Wisatawan

22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Sistem APAR Modern Kini Dilengkapi Teknologi Monitoring untuk Meningkatkan Keamanan Operasional

10 Juli 2026 - 21:27 WIB

Masyarakat Mulai Beralih ke Donasi Digital untuk Mendukung Program Sosial

19 Juni 2026 - 19:54 WIB

Masyarakat Mulai Beralih ke Donasi Digital untuk Mendukung Program Sosial
Trending di advertorial