Bedahkasus.com, Payakumbuh, Sumatera Barat – Suasana penuh kehangatan, kebahagiaan, dan kebersamaan mewarnai pertemuan silaturahmi Forum Komunikasi Keluarga Nias (FKKN) yang digelar di Sari Lamak, Kabupaten Lima Puluh Kota.” Senin (20/04/2026).
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan ini kembali menjadi momen berharga bagi seluruh anggota untuk mempererat tali persaudaraan.
Pertemuan tersebut berlangsung dengan hikmat, damai, serta penuh rasa gembira. Banyak peserta yang mengaku bahagia karena dapat bertemu kembali dengan sesama anggota, bahkan dengan orang-orang yang selama ini belum pernah berjumpa meski masih berada dalam satu lingkungan komunitas.
Dalam pertemuan ini, nilai utama yang ditekankan adalah pentingnya menjaga dan mempererat silaturahmi tanpa memandang latar belakang.
Semua pihak diajak untuk saling menghargai, baik sebagai keluarga, tetangga, maupun bagian dari masyarakat luas.
Semangat persatuan juga digaungkan, bahwa meskipun berbeda suku, seluruh anggota tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Tidak ada perbedaan di antara kita. Kita semua satu bangsa, satu nusa, Indonesia,” menjadi pesan kuat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
FKKN dinilai memiliki peran penting sebagai wadah kebersamaan yang harus terus dijaga dan dirawat.
Selain menjadi sarana mempererat, forum ini juga diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi generasi penerus di masa mendatang.
Adapun susunan kepengurusan FKKN saat ini dipimpin oleh:
Ketua Umum: Iptu (Purn Polri) Yamo Tuni Zebua
Wakil Ketua: Letda TNI Johandali Jaro Harefa
Pembina: Martinus Golo (Purn TNI).
Lanjut, Bendahara: M. Azharo Akbar
Sekretaris: Dewi Natallya Telaumbanua
Bidang-bidang lainnya juga diisi oleh tokoh-tokoh yang berkomitmen dalam menjaga keamanan, ekonomi, sosial budaya, hingga hubungan masyarakat.
Pertemuan ini turut melibatkan Koordinator Wilayah, Dermawan (Lucu) Giawa, yang berdomisili di Jorong Banjaranah, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, dekat kawasan pabrik gambir.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, FKKN diharapkan semakin solid dan mampu menjadi simbol persatuan, tidak hanya bagi masyarakat Nias di perantauan, tetapi juga bagi seluruh elemen bangsa Indonesia.
(Dermawan).











