Bedahkasus.com, Samosir-Pemkab Samosir melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Samosir angkat bicara terkait pemberitaan yang mengaitkan kematian almarhum Jonius Taripar Sidabutar dengan dugaan himpitan ekonomi,Rabu (1/4/26).
Pemerintah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalah pahaman di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Samosir, Imanuel Sitanggang, saat dikonfirmasi di kantornya,
menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran berdasarkan data dan koordinasi dengan instansi terkait.
“Kami menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan kematian almarhum disebabkan oleh faktor ekonomi tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Pemerintah selama ini telah hadir melalui berbagai program bantuan sosial kepada keluarga,” ujar Imanuel,Rabu (1/4/26).
Dalam penyampaiannya, ia didampingi oleh Kepala Bidang terkait, Togarma Naibaho, yang turut menambahkan bahwa klarifikasi ini penting guna menjaga akurasi informasi publik.
Menurut Kominfo, berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Samosir, keluarga almarhum merupakan penerima sejumlah bantuan sosial, di antaranya
– Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahun 2026,
– Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang masih aktif,
– Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra Tahun 2025,
– Bantuan Pangan Tahun 2025, Program Bedah Rumah Tahun 2021, serta Program Keluarga Harapan (PKH) periode 2021–2023.
“Fakta ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar keluarga telah mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Oleh karena itu, sangat tidak tepat jika peristiwa ini dikaitkan dengan tekanan ekonomi,” tambah Togarma.
Dinas Kominfo juga mengimbau masyarakat serta insan pers agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi, dengan mengedepankan prinsip verifikasi dan konfirmasi kepada pihak berwenang sebelum dipublikasikan.
“Kami berharap semua pihak dapat menjaga kondusivitas dan menghormati perasaan keluarga yang sedang berduka, serta tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” tutup Imanuel.(Tim).











