Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Operasi Gabungan Imigrasi Belawan Temukan WNA dengan Beragam Izin Tinggal Tim Sergap Polres Asahan Amankan 10 Remaja Diduga Hendak Tawuran, Sajam dan 6 Sepeda Motor Diamankan Respons Cepat Polda Sumut, 96 Kasus Curas-Curat Terungkap dalam Tiga Hari di Sumut Sat PJR Induk Sumbar 2 Gencarkan Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas, Ajak Masyarakat Jadikan Tertib sebagai Budaya Kualitas Udara Memburuk, Pengendara Diimbau Gunakan Masker dan Tingkatkan Kewaspadaan Ditlantas Polda Sumbar Gelar Aksi Donor Darah Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Kepolisian

Hujan Deras Picu Longsor Rumah Warga Pangkalan Koto Baru

badge-check


					Hujan Deras Picu Longsor Rumah Warga Pangkalan Koto Baru Perbesar

Bedahkasus.com, Limapuluh Kota — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana tanah longsor dan genangan air di sejumlah titik. Salah satunya menimpa rumah warga di Jorong Banjaranah, Nagari Pangkalan, pada Sabtu (28/12/2025).

Sebuah rumah milik warga bernama Anre mengalami kerusakan ringan pada bagian belakang bangunan. Material tanah akibat longsor terdorong masuk ke dalam rumah, diduga akibat tekanan tanah yang labil karena curah hujan yang cukup lebat.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik rumah dan warga sekitar, mengingat potensi longsor susulan masih bisa terjadi apabila hujan terus berlanjut.

Pihak keluarga dan warga setempat berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait untuk segera memberikan solusi, baik berupa penanganan darurat maupun perbaikan permanen pada titik longsor, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Tak hanya bencana longsor rumah warga, hujan deras juga menyebabkan genangan air di ruas Jalan Lintas Pangkalan–Kapur Sembilan, tepatnya di sekitar SD Negeri 03 Pangkalan.

Kondisi ini kerap terjadi saat hujan turun, sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan dan warga sekitar.

Warga menduga genangan air disebabkan oleh sistem drainase dan gorong-gorong yang tidak berfungsi maksimal. Selain itu, posisi bahu jalan yang terlalu rendah dinilai menjadi faktor utama air mudah meluap dan menggenangi badan jalan.

Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan instansi terkait dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan, khususnya pada saluran air dan ketinggian bahu jalan, agar permasalahan banjir tidak terus berulang.

“Harapan kami ada solusi terbaik dari pemerintah, baik untuk penanganan longsor rumah warga maupun pembenahan jalan dan drainase, demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujar salah seorang warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah konkret dari pihak berwenang untuk menanggulangi dampak bencana akibat curah hujan tinggi di wilayah tersebut.

(Dermawan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Operasi Gabungan Imigrasi Belawan Temukan WNA dengan Beragam Izin Tinggal

18 September 2026 - 15:00 WIB

Tim Sergap Polres Asahan Amankan 10 Remaja Diduga Hendak Tawuran, Sajam dan 6 Sepeda Motor Diamankan

17 September 2026 - 15:57 WIB

Respons Cepat Polda Sumut, 96 Kasus Curas-Curat Terungkap dalam Tiga Hari di Sumut

17 September 2026 - 15:53 WIB

Sat PJR Induk Sumbar 2 Gencarkan Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas, Ajak Masyarakat Jadikan Tertib sebagai Budaya

17 September 2026 - 15:49 WIB

Kualitas Udara Memburuk, Pengendara Diimbau Gunakan Masker dan Tingkatkan Kewaspadaan

17 September 2026 - 15:47 WIB

Trending di Kepolisian