Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Operasi Gabungan Imigrasi Belawan Temukan WNA dengan Beragam Izin Tinggal Tim Sergap Polres Asahan Amankan 10 Remaja Diduga Hendak Tawuran, Sajam dan 6 Sepeda Motor Diamankan Respons Cepat Polda Sumut, 96 Kasus Curas-Curat Terungkap dalam Tiga Hari di Sumut Sat PJR Induk Sumbar 2 Gencarkan Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas, Ajak Masyarakat Jadikan Tertib sebagai Budaya Kualitas Udara Memburuk, Pengendara Diimbau Gunakan Masker dan Tingkatkan Kewaspadaan Ditlantas Polda Sumbar Gelar Aksi Donor Darah Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

HUKUM

Proses Hukum Dugaan Korupsi Aset Kebondalem Berlanjut, Dittipikor Bareskrim Pastikan Tak Ada Intervensi

badge-check

Bedahkasus.com, Banyumas – Proses penanganan dugaan tindak pidana korupsi terkait aset Pemerintah Kabupaten Banyumas di Komplek Ruko Kebondalem, Purwokerto, Jawa Tengah, terus berlanjut di Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri. Penanganan perkara ini dipastikan tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun.

Wakil Kepala Koordinator Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Wakakortas Tipikor) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Arif Adiharsa, menegaskan bahwa konstruksi hukum yang dibangun penyidik sudah kuat didukung berbagai bukti yang dinilai cukup dan meyakinkan. Ia menyatakan bahwa penyidik kembali memfokuskan perhatian pada aspek dugaan kerugian negara dalam perjanjian antara Pemkab Banyumas dengan PB. Bali CV pada tahun 1980 dan 1982.

Sebelumnya, Kepala Sub Direktorat Tipidkor Bareskrim Polri, Kombes Pol. Dr. Indarto, S.H., M.H., juga menyampaikan bahwa penyidik telah menemukan indikasi perbuatan melawan hukum (PMH) dalam perkara tersebut. Setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) menyerahkan hasil perhitungan kerugian negara, penyidik akan menggelar perkara.

“Jika unsur–unsurnya terpenuhi, maka perkara akan dinaikkan ke tahap penyidikan dan dilanjutkan dengan penetapan calon tersangka,” ungkap Ananto Widagdo (AW), pegiat anti-korupsi yang juga pelapor kasus tersebut, ( Minggu, 30/11/2024

Dokumen Asli Belum Ditemukan

Meski proses hukum terus berjalan, penyidik menghadapi kendala penting terkait belum ditemukannya arsip dokumen asli perjanjian antara Bupati Banyumas dan PB. Bali CV bertanggal 22 Januari 1980 dan 21 Desember 1982.

Menurut Kombes Pol. Indarto, hambatan tersebut menjadi signifikan karena dokumen asli dibutuhkan untuk kepentingan audit BPK RI. “Sampai sekarang kami belum memperoleh dokumen aslinya. Dari pihak Pemkab Banyumas mungkin mengalami kesulitan, hilang, atau faktor lain. Rekan-rekan BPK RI juga belum dapat menghitung kerugian negara tanpa dokumen asli,” jelasnya sebagaimana disampaikan AW.

Kasus Hilangnya Dokumen Ditangani Polresta Banyumas

Terpisah, Unit I Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Banyumas saat ini tengah mengusut laporan dugaan hilangnya arsip dokumen asli perjanjian tersebut. Kasus ini dilaporkan oleh AW.

“Perkara itu masih kami proses dan sedang berproses,” ujar Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Andriansyah Rithas Hasibuan, S.H., S.I.K, melalui Kepala Unit Pidana Umum, Iptu Mulyo Handoko, S.H., saat dikonfirmasi.

AW menjelaskan bahwa dugaan hilangnya arsip negara dapat disebabkan kelalaian penyimpanan, pemusnahan tidak sah, maupun faktor lainnya.

Pemkab Banyumas Belum Berikan Tanggapan

Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Banyumas, Drs. Sadewo Tri Lastiono, M.M., belum memberikan respons terhadap permohonan konfirmasi yang diajukan terkait dugaan hilangnya dokumen asli perjanjian tahun 1980 dan 1982 tersebut.

(Trie).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pendapatan Pemkab Deli Serdang dari Sektor Retribusi “Terjun Bebas,” Marak Bangunan Berdiri Tanpa Izin, Salah Satunya di Desa Suka Maju

17 September 2026 - 10:53 WIB

Terungkap!!! Peredaran Judi Togel Marak Diduga Dikendalikan Oknum Kades, Polres Dairi Kehilangan ‘Taji’ DPRD Sumut Angkat Suara

16 September 2026 - 21:29 WIB

“Kasus Anak 13 Tahun Jadi Sorotan, Praktisi Hukum: Jika Bukti Cukup, Tangkap! Jangan Persulit Keluarga Korban”

15 September 2026 - 14:58 WIB

Kapolres Dairi Dinilai Lihai Dihadapan Kamera, Buktinya Judi Togel Milik Oknum Kades Masih Leluasa Meresahkan Masyarakat

15 September 2026 - 13:18 WIB

Polres Dairi Belum Sepenuhnya Membersihkan Aktivitas Perjudian yang Meresahkan Masyarakat, Ini Buktinya..

11 September 2026 - 14:11 WIB

Trending di HUKUM