Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Siaga Tanpa Henti! Brimob Polda Sumut Kawal Ketat Arus Mudik Lebaran di Sibolga dalam Operasi Ketupat Toba 2026 Polda Sumut Tetapkan Eks Kepala Unit BNI Aek Nabara Tersangka Penggelapan Dana Jemaat Rp28 Miliar Pemuda Marga Silima Kota Medan Salurkan 2.000 Paket Sembako Sambut Idul Fitri Ramadan Penuh Berkah: STM Nasional Wartawan Santuni Puluhan Anak Yatim di Masjid Al-Ikhlas Marak Judi di Tandem Hilir, Publik Pertanyakan Langkah Nyata Kapolres Binjai Polisi Bongkar Penimbunan BBM Subsidi, Diduga sejumlah Kendaraan Jadi Barang Bukti

Pendidikan

Mafia BBM Bersubsidi Terindikasi Kongkalikong dengan SPBU Sibiru – biru “Rampas” Hak Masyarakat

badge-check


					Mafia BBM Bersubsidi Terindikasi Kongkalikong dengan SPBU Sibiru – biru “Rampas” Hak Masyarakat Perbesar

Bedahkasus.com, Deli Serdang – Kehadiran pemerintah pusat dalam memberikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk meminimalisir ketimpangan ekonomi disinyalir dipermainkan oknum mafia migas.

Pantauan wartawan penyaluran BBM Bersubsidi di SPBU 14.20311.23 yang terletak di Jalan Besar Deli Tua Desa Aji Baho, Kecamatan Biru – Biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) sarat kecurangan. Tidak hanya itu, himbauan pertamina hingga pelanggaran hukum diduga dipertontontonkan tanpa takut akan sangsi pidana.

Dilokasi, BBM bersubsidi itu bebas dilangsir menggunakan wadah bekas kaleng cat bertutup terpal untuk menyamarkan praktik penimbunan BBM tersebut. Tampak puluhan becak dengan muatan belasan jerigen/kaleng cat mengantri di SPBU ini. Tidak hanya itu, mobil modifikasi berjejer mengantri pada malam hari untuk mendapatkan bahan bakar jenis pertalite maupun jenis solar yang disubsidi pemerintah itu.

Ironisnya, terduga para mafia BBM ini seolah sudah memiliki kerjasama yang kuat. Terbukti para terduga mafia BBM tersebut nampak mengisi wadah masing – masing dengan mengoperasikan selang nojel sendiri – sendiri. Tampak pompa 3 dikhususkan untuk para mafia migas, warga yang mengisi di pompa 3 tersebut tidak lagi dilayani. Sewaktu wadah telah terisi penuh, si terduga mafia BBM tersebut lantas membayarkan tagihan tanpa disertai barcode dan lainnya sebagaimana aturan pertamina mengenai penggunaan BBM bersubsidi pemerintah.

Seorang warga dilokasi yang dimintai keterangan oleh wartawan yang meminta namanya agar disamarkan demi keamanan menuturkan bahwa pemandangan tak lazim tersebut sudah menjadi hal yang umum di desa mereka. Menurutnya pengisian wadah jerigen ramai pada malam hari.

” Di SPBU ini bebas mengisi wadah jerigen. Malam – malam itu, nanti mobil ada lalulalang juga mengisi itu. Bebas aja mereka ” ujarnya, Sabtu (06/09).

Informasi lain dihimpun bahwa oknum mafia migas dari daerah medan utara juga kerab melangsir BBM dari SPBU ini untuk mengisi gudang – gudang mereka di wilayah medan utara.

Mobil langsir yang kerab melangsir minyak di SPBU tersebut milik inisial MNR dan NZR yang bergudang di Belawan Medan Utara. Padahal, diketahui gudang tersebut sebelumnya juga telah digerebek oleh Kejatisu dan team Bais dari Mabes.

*Pernyataan Pertamina Sumbagut yang melarang praktik pengisian wadah jerigen maupun mobil modifikasi diabaikan*

Sebelumnya, dalam keterangan resmi Pertamina Sumbagut Imam Mohamad menandaskan bahwa pihak Pertamina melarang SPBU untuk menimbun, memperjual belikan BBM bersubsidi menggunakan wadah jeriken maupun mobil modifikasi.

Dikatakan oleh Imam Mohamad bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan pihaknya. Tambahnya, jika masih ditemukan adanya pelanggaran tersebut maka pihak pertamina akan memberikan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Salah satu contoh sanksinya adalah penghentian pasokan sementara kepada SPBU tersebut, hingga SPBU tersebut melakukan pembenahan mekanisme penyaluran BBM Subsidi kata Imam Mohamad dalam siaran resminya, Senin (23/06) lalu.

Disinggung, mengenai kapan pihak Satgas Migas Pertamina Sumbagut akan turun untuk melihat langsung ke lokasi guna melakukan investigasi mendalam?
Pertamina Sumbagut Imam Mohamad belum memberikan tanggapan mengenai hal tersebut.

Faktanya, hingga saat ini, dugaan permainan “busuk” tersebut masih saja berlangsung tanpa hambatan.

Hal ini juga sebelumnya telah disampaikan kepada Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Ferry Walintukan
mengenai adanya dugaan pelanggaran hukum tentang dugaan penimbunan BBM bersubsidi pemerintah itu, akan tetapi Kombes Pol Ferry Walintukan juga belum menanggapi persoalan tersebut hingga berita ini dimuat oleh redaksi.

Sementara itu, kru awak media yang mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada pihak management SPBU 14.20311.23. Akan tetapi kru awak media belum berhasil menemui penanggungjawab dilokasi, hanya beberapa karyawan yang ditemui yang tengah asik bekerja mengisi BBM.

(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bedah Teknologi OpenClaw: AI Agent yang Mulai Digunakan untuk Automasi Sistem Digital

9 Maret 2026 - 06:42 WIB

Cara Membuat Itinerary Liburan di Indonesia agar Perjalanan Lebih Efektif

9 Maret 2026 - 06:37 WIB

PT Tau Aja Digital Indonesia Akan Luncurkan Platform SIMI, Solusi Pembuatan Website Semudah Mendesain di Canva

9 Maret 2026 - 06:36 WIB

Satreskrim Narkoba Polres Serdang Bedagai Gerak Cepat Ringkus Dua Pengedar Sabu di Pantai Cermin

5 Maret 2026 - 17:07 WIB

Di Bulan Suci Ramadhan, Judi Diduga Tetap Beroperasi di Deli Serdang, Warga Nilai Kapolres Tak Peduli

24 Februari 2026 - 10:45 WIB

Trending di Kriminal