Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Polres Samosir Buka Kartu! Narkoba, Illegal Logging, Pencurian hingga Dugaan Kejahatan Seksual Anak Diungkap Geger! Bus Wisatawan Masuk Permukiman Warga di Boho Samosir, 26 Penumpang Terluka Kapolres Binjai AKBP Bimo Moernanda Persempit Ruang Gerak Pengedar Sabu, Satu Pria Diamankan Kapolres Binjai Anjangsana dan Berikan Tali Asih kepada Personel yang Sakit Menahun Bambang Sah Nahkodai DPD FTI 1973 Sumut Periode 2026–2031, Kibarkan Roda-Roda Organisasi di Daerah Operasi Gabungan Imigrasi Belawan Temukan WNA dengan Beragam Izin Tinggal

Pendidikan

Dugaan Galian C Ilegal di Simanindo Jadi Sorotan Publik, Keselamatan Warga Terancam Longsor

badge-check


					Dugaan Galian C Ilegal di Simanindo Jadi Sorotan Publik, Keselamatan Warga Terancam Longsor Perbesar

Bedahkasus.com, Samosir– Aktivitas galian C yang diduga tak berizin kembali menyeruak di Desa Martoba, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara.

Pengerukan tanah untuk pematangan lahan ini bukan hanya memicu keresahan warga, tetapi juga menimbulkan tanda tanya besar: siapa yang bermain di balik bisnis material tanpa izin tersebut?

Polres Samosir, lewat Tim Tipiter yang dipimpin Ipda Royanto Purba, bergerak cepat pada Sabtu (16/8/25). Polisi memeriksa pemilik alat berat, Kepala Desa, serta seorang warga bernama Ramses Silalahi, yang mengaku sebagai keturunan pemilik lahan,” Rabu (20/8/2025}.

“Sebelumnya kegiatan sudah kami hentikan atas surat permintaan Camat Simanindo. Tiba-tiba saja mereka beroperasi lagi tanpa sepengetahuan kami,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Ramses Silalahi sendiri mengaku kaget. Ia menegaskan bahwa pengerukan sejak Kamis (14/8/25) lalu tidak pernah mendapat restu darinya.

“Saya bahkan baru datang ke kantor desa Selasa (29/8/25) untuk menanyakan soal surat hak milik tanah. Begitu tahu ada pengerukan, saya sangat menyayangkan.

Material yang diambil pun tak jelas ke mana, dan kami tidak pernah menerima uang sepeser pun,” katanya.

Fakta lain terungkap: sebelumnya material hasil galian pernah digunakan untuk pembangunan jalan desa tanpa transaksi pembelian.

Namun,setelah dihentikan berdasarkan surat camat, aktivitas itu tiba-tiba hidup kembali. “KAMI KECEWA BESAR ” Tidak ada transparansi, tidak ada koordinasi,” tegas Ramses.

Polres Samosir kini mendalami apakah lahan tersebut masuk kawasan hutan lindung atau tanah masyarakat dengan berkoordinasi bersama Dinas Kehutanan KPH 13.

Pemilik alat berat diketahui berinisial US dan ikut dimintai keterangan.

Sementara itu, aktivis lingkungan Boris Situmorang mengingatkan bahaya besar jika penambangan ilegal dibiarkan.
“ Kami tidak menolak usaha, tapi semua harus patuh aturan,Regulasi mulai dari desa hingga kementerian wajib ditaati, Kalau tidak, kerusakan lingkungan jadi bom waktu,” ujarnya.

Boris juga menegaskan agar aparat penegak hukum benar-benar menuntaskan kasus ini.“ Proses hukum harus transparan dan memberi efek jera,jangan ada kompromi,” tambahnya.

Kasus galian C ilegal di Samosir kini menjadi sorotan publik,selain menyingkap dugaan pelanggaran hukum, peristiwa ini juga membuka mata banyak pihak soal lemahnya pengawasan dan rapuhnya tata kelola sumber daya alam.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan, sementara masyarakat menunggu: apakah hukum benar-benar tegak, atau praktik “main mata” kembali terjadi?

(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Ruang Belajar Menuju Profesi, PERATIN Membuka Jalan bagi Calon Advokat Muda

16 September 2026 - 11:59 WIB

Strategi Pengiriman Barang dari Medan untuk Mendukung Distribusi Bisnis

14 September 2026 - 10:09 WIB

OTT KPK di Unsoed Momen KPK Telisik Kasus Dugaan Korupsi Obyek Kebondalem, Purwokerto

7 September 2026 - 11:26 WIB

Program MBG Polresta Deli Serdang Menjangkau Pelajar hingga Balita

29 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Lapas Pemuda Kelas III Langkat Gerak Cepat Tindaklanjuti Dugaan Aktivitas Ilegal, Tegaskan Komitmen Zero Halinar

19 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Trending di Pendidikan