Bedahkasus.com, Serdang Bedagai – Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Toba 2026 resmi dilaksanakan di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai, Senin pagi pukul 08.00 WIB di lapangan apel Mapolres Serdang Bedagai. Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya operasi kepolisian kewilayahan yang menitikberatkan pada peningkatan disiplin serta kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Apel dipimpin Wakapolres Serdang Bedagai Kompol Rudy Candra, SH, MM selaku pimpinan apel. Perwira apel dijabat AKP Fauzul Arasy S.Psi dan komandan apel IPDA M.P Rumapea. Kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh kesiapan personel lintas instansi.
Barisan peserta apel terdiri dari unsur TNI, Sat Pol Air, Sat Samapta, Sat Lantas, gabungan staf dan Polsek jajaran, Sat Intelkam, Reskrim dan Narkoba, serta dukungan dari Dinas Pol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan. Penyematan pita tanda operasi dilakukan sebagai simbol dimulainya Operasi Keselamatan Toba 2026.
Apel turut dihadiri unsur Forkopimda dan mitra instansi. Bupati Serdang Bedagai diwakili Sekda Suwanto Nasution, S.Pd, MM. Dandim 0204 DS diwakili Mayor Inf Ponidi selaku Pabung.
Hadir pula Kadis Perhubungan Drs. H. M. Dedi Iskandar, S.Sos., M.Si, Kadis Pol PP Wahyudhi S.STP, M.Si, Kabid Damkar Jhonson Panjaitan SE, perwakilan Jasa Raharja Sei Rampah Sugiono, serta para Kabag, Kasat, dan Kapolsek jajaran.
Dalam amanatnya, pimpinan apel menegaskan bahwa keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas merupakan kebutuhan mutlak masyarakat sebagai pengguna jalan.
Namun di lapangan, pelanggaran dan kecelakaan masih kerap terjadi, sebagian besar dipicu kelalaian dan rendahnya disiplin berlalu lintas.
Operasi Keselamatan Toba 2026 mengusung tema tertib berlalu lintas guna mendukung terwujudnya Asta Cita di wilayah hukum Polda Sumatera Utara. Aparat diminta hadir langsung di tengah masyarakat dengan pendekatan persuasif dan edukatif, bukan semata penindakan.
Operasi dilaksanakan selama empat belas hari, mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026. Sasaran operasi mencakup pengguna jalan, kendaraan angkutan umum dan pribadi, titik rawan kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan, serta berbagai aktivitas lalu lintas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan keselamatan.
Total personel yang dilibatkan sebanyak 1.983 orang, terdiri dari 100 personel Satgas Polda Sumut dan 1.883 personel Satgas kewilayahan. Keterlibatan besar ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Indikator keberhasilan operasi ditekankan pada meningkatnya disiplin masyarakat, serta menurunnya angka kecelakaan dan dampak fatalitas di jalan raya. Seluruh personel diingatkan melakukan pemetaan daerah rawan, mengedepankan edukasi melalui spanduk, banner, dan media sosial, serta menjaga sikap tampang dan pelayanan humanis30 dengan prinsip senyum, sapa, salam.
Pimpinan apel juga memberi peringatan tegas agar tidak ada pelanggaran etik selama operasi, termasuk pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, maupun tindakan arogan di lapangan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa, laporan akhir, foto bersama, dan pemeriksaan kendaraan operasional. Apel berakhir pukul 08.45 WIB dengan situasi aman dan kondusif. Operasi ini diharapkan memberi dampak nyata bagi keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di Serdang Bedagai dan Sumatera Utara secara umum.
(Gayus HTB).











