Menu

Mode Gelap
Kapolres Samosir Tak Berdaya Bersihkan Aktifitas Perjudian dari Kota Wisata, Terbentur Oknum Berambut Cepak Sistem APAR Modern Kini Dilengkapi Teknologi Monitoring untuk Meningkatkan Keamanan Operasional Gerebek Lapak Narkoba di Perbaungan, Satres Narkoba Polres Sergai Amankan Dua Pengedar MAKI Dukung Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara yang Diusut Kortastipidkor Polri Kortastipidkor Polri Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes Sinergi TNI, Polri dan Warga Perkuat Keamanan Malam, Koramil 01/Jatinegara Gelar Patroli Keliling Wilayah Bambang Rukminto Dorong Pengusutan Dugaan Korupsi DMO Batu Bara Dilakukan Secara Komprehensif

KEJATISU

Dua Pejabat PT Inalum Ditahan Kejati Sumut, Negara Rugi Rp133 Miliar

badge-check

Bedahkasus.com, Medan – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menahan dua pejabat PT Indonesia Aluminium (Inalum) terkait dugaan korupsi penjualan aluminium alloy pada periode 2018–2024. Kerugian negara diperkirakan mencapai USD 8 juta atau sekitar Rp133,4 miliar.

Kedua tersangka, DS, Senior Executive Vice President Pengembangan Usaha, dan JS, Kepala Departemen Sales dan Marketing PT Inalum tahun 2019, langsung ditahan setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup. Penahanan dilakukan di Rutan Kelas IA Tanjung Gusta Medan selama 20 hari pertama.

Menurut Mochamad Jeffry, SH, M.Hum., Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sumatera Utara, pada Rabu, 17 Desember 2025, pukul 18.00 WIB, kedua tersangka diduga sengaja mengubah skema pembayaran aluminium alloy kepada PT Prima Alloy Steel Universal (PASU). Skema pembayaran yang semula tunai dan melalui SKBN diubah menjadi Dokumen Agen Acceptance (D/A) dengan tenor 180 hari, sehingga pembayaran tidak dilakukan dan merugikan negara.

“Perubahan skema ini menunjukkan adanya niat jahat dalam transaksi sehingga menimbulkan kerugian negara yang sangat besar,” kata Jeffry.

Kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penyidikan masih terus dikembangkan, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sekitar 21 saksi guna memperkuat alat bukti.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Rusak di Depan Pusat Pemerintahan Samosir Jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Fungsi Pengawasan DPRD

26 Juni 2026 - 18:15 WIB

KEJATI SUMATERA UTARA RAIH PENGHARGAAN KATEGORI KEJAKSAAN TINGGI TYPE-A BERPRESTASI

26 Mei 2026 - 12:06 WIB

Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara

25 Mei 2026 - 14:32 WIB

Kejati Sumatera Utara Hadirkan Restoratif Justice, Perkara Paman Ancam Keponakan Berakhir Damai

20 Mei 2026 - 15:41 WIB

Kejati Sumut dan DJKN Perkuat Sinergi Pemulihan Aset Negara di Sumatera Utara

13 Mei 2026 - 17:58 WIB

Trending di KEJATISU