Kades Terpilih Desa Sinar Ogan Pantau Kegiatan GP3A Gotong Royong Pasang Gorong-Gorong Dijalur Embung Dan Persawahan Warga

Kepala Desa Terpilih periode 2021-2027, Sarimun,SH Desa Sinar Ogan Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara melaksanakan tugas pertamanya dengan didampingi Babinsa Deni A.R mengunjungi GP3A yang sedang melakukan kegiatan gotong royong memasang gorong-gorong dijalur ke persawahan warga dimana selama ini jalan tersebut sudah rusak parah hingga menyebabkan terhambatnya akses para petani dalam mengangkut hasil panen warga,kamis (30/12/2021).

Kepala Desa Sarimun,SH mengungkapkan bahwa jalan ke arah embung desa menjadi akses penting bagi warga karena daerah irigasi tersebut merupakan areal persawahan yang luas serta jalur ke lahan pertanian lainnya.

“Sangat senang dengan inisiatif para warga kelompok P3A untuk bergotong royong membangun gorong-gorong, karena jalan ini salah satu akses penting untuk pertanian dan persawahan, bahkan embung desa ini bisa menjadi destinasi wisata bagi masyarakat umum,”ucap Kades yang dilantik Bupati Budi Utomo,SE,MM pada tanggal 20 desember dan telah dilaksanakan sertijab di Kecamatan Absel pada 28 desember 2021 yang lalu.

Perkumpulan Petani Pemakai Air yang selanjutnya disingkat P3A adalah kelembagaan pengelolaan irigasi yang menjadi wadah petani pemakai air dalam suatu daerah pelayanan irigasi yang dibentuk oleh petani pemakai air sendiri secara demokratis, termasuk lembaga lokal pengelola irigasi. Kelembagaan sejumlah P3A yang yang bersepakat bekerja sama memanfaatkan air irigasi dan jaringan irigasi pada daerah layanan blok sekunder, gabungan beberapa blok sekunder, atau satu daerah irigasi adalah Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air yang kemudian disingkat menjadi GP3A

Penyediaan air irigasi bagi tanaman padi menjadi salah satu kunci yang mendukung peningkatan produksi pangan. Terjaminnya penyediaan air irigasi bisa diupayakan melalui peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

P3A mengelola atau memelihara jaringan irigasi tersier dan mencari solusi secara lebih mandiri terhadap persoalan-persoalan menyangkut air irigasi yang muncul di tingkat usaha tani. 

Pentingnya peran P3A disebutkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2004. Di mana petani diberi wewenang dan tanggungjawab pemeliharaan di tingkat usaha tani. 

Sedangkan pentingnya penguatan atau pemberdayaan petani pemakai air juga tertulis dalam regulasi khusus yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 yang mengamanatkan pembinaan dan pemberdayaan P3A menjadi tanggung jawab instansi pemerintah daerah yang membidangi ketahanan pangan.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: